Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tanaman di Kamar Tidur untuk Membantu Tidur Lebih Baik

Kompas.com, 28 Mei 2021, 15:20 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu cara mendapatkan tidur berkualitas adalah memasukkan tanaman ke kamar tidur.

Ada banyak jenis tanaman yang berkhasiat meningkatkan relaksasi dan membantu melawan stres, dua hal utama untuk memperoleh tidur malam yang nyenyak dan berkualitas. 

Baca juga: Ingin Tidur Berkualitas? Singkirkan 9 Hal Ini dari Kamar Tidur

Bahkan beberapa di antaranya memiliki kemampuan memurnikan udara dari racun seperti formaldehida dan benzena.

Dilansir dari beberapa sumber, Jumat (28/5/2021), berikut ini tujuh tanaman yang dapat diletakkan di kamar tidur untuk mendapatkan tidur berkualitas. 

Baca juga: Alasan Mengapa Sebaiknya Ada Tanaman Hidup di Dalam Kamar Tidur

Lavender

Mungkin kamu sudah sering mengetahui tentang tanaman ini yang kerap dijadikan sebagai pengusir nyamuk ini. 

Namun, selain menjauhkan nyamuk, lavender juga dikenal mampu memberikan relaksasi, menurunkan tingkat stres, dan membantu untuk tidur. 

Baca juga: Sulit Tidur Malam? Coba Gunakan 6 Perlengkapan Tidur Ini

Aroma yang dihasilkan lavender juga menyenangkan sekaligus menenangkan sehingga menjadikannya pilihan sempurna untuk diletakkan di meja samping tempat tidur. 

Bunga melati

Jangan mengaitkan aroma bunga melati dengan hal mistis karena itu tidak ada hubungannya. 

Baca juga: Daftar Tanaman Hias yang Mampu Bantu Dinginkan Rumah

Bunga melati cocok diletakkan di kamar tidur karena memiliki aroma manis yang bisa menurunkan level ketegangan pada diri seseorang dan membuat tidur nyenyak. 

Sebuah penelitian mengungkapkan bunga melati berkhasiat sebagai pengantar tidur yang alami. Efek positif menghirup aroma bunga melati dapat meningkatkan kualitas tidur serta suasana hati saat bangun tidur. 

Baca juga: 10 Tanaman Dalam Ruangan yang Bisa Bantu Redakan Sakit Kepala

Rosemary

Selain sebagai rempah, rosemary merupakan tanaman aromaterapi yang dapat memberikan perasaan santai dan rileks di kamar tidur, yang akhirnya membantu memperoleh kualitas tidur pada malam hari. 

Bunga rosemary juga mampu meningkatkan daya ingat serta kualitas udara di dalam ruangan. 

Baca juga: 10 Tanaman Hias Gantung yang Cocok di Dalam Ruangan

Daun ivy

Daun ivy atau english ivy adalah tanaman yang mampu menyerap bahan kimia di udara dan membersihkan udara dari racun yang berbahaya bagi manusia. 

Daun ivy adalah tanaman favorit untuk di kamar tidur dan bisa meringankan gejala alergi atau asma yang berdampak serius pada kuantitas dan kualitas tidur penderitanya. 

Baca juga: 3 Tanaman Hias yang Aman untuk Penderita Alergi

Peace lily

Peace lily atau lili perdamaian adalah pilihan ideal untuk tanaman dalam ruangan karena dapat menghilangkan formaldehida dan benzena dari udara.

Selain itu, tanaman ini dapat meningkatkan kelembapan ruangan sehingga Anda tak perlu lagi memakai humidifier di ruangan untuk menghilangnkan udara kering. 

Baca juga: 6 Tanaman Pembersih Udara dan Polusi Terbaik di Rumah Menurut NASA

Lili paris

Lili paris atau spider plant adalah tanaman yang bisa membersihkan udara dari bahan kimia yang sering ditemukan pada produk rumah tangga.

Sebagai bonus, tanaman ini memiliki kemampuan melawan bau tak sedap di ruangan. 

Baca juga: 8 Tanaman Hias Terbaik untuk Balkon, Bambu hingga Geranium

Bunga valerian

Tanaman bunga warna putih ini juga mampu melawan masalah tidur seperti insomnia. Hanya dengan menghirup aroma bunga valerian, seseorang bisa tidur lebih cepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau