Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beragam Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Cabai

Kompas.com, 29 Mei 2021, 08:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman cabai merupakan salah satu tumbuhan yang banyak ditanam orang di halaman rumah atau kebun. Perawatannya yang mudah dan minim membuat cabai banyak dipilih.

Tanaman ini bisa ditanam dalam wadah apa pun, baik di tanah langsung maupun pot. Ditambah, menanam cabai di rumah memberikan sederat manfaat. 

Baca juga: Cara Membasmi Hama pada Tanaman Cabai dengan Puntung Rokok

Salah satunya, Anda dapat langsung memetik cabai ketika dibutuhkan dan tidak perlu lagi membeli cabai. Sayangnya, tanaman cabai rentan terkena hama dan penyakit.

Melansir dari laman Gardening Know How, Sabtu (29/5/2021), berikut ini beragam hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabai. 

Baca juga: Kenapa Daun Cabai Keriting? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hama tanaman cabai

Ada beberapa hama yang dapat menyerang tanaman cabai dan menyebabkan kerusakan bervariasi. Pada awal musim tanam, cabai akan mengalami kerusakan daun yang disebabkan serangan cacing potong atau kumbang kutu.

Ke depan, Anda mungkin melihat kutu daun berkumpul di bagian bawah daun. Serangga lain yang dapat merusak tanaman cabai, di antaranya ulat bit, looper, dan cacing kuping jagung. 

Baca juga: 5 Jamur yang Sering Menyerang Tanaman Cabai, Bisa Bikin Layu dan Mati

Serangga ini dapat memakan dan merusak daun, membatasi fotosintesis atau mengekspos cabai ke matahari. Bahkan beberapa akan memakan cabai.

Pengerumunan serangga dapat menyebabkan banyak kerusakan pada tanaman cabai. Karena itu, awasi tanaman secara teratur guna menangkap tanda-tanda awal penyerangan hama. 

Baca juga: Cara Pemangkasan Tanaman Cabai yang Benar dan Manfaatnya

Anda mungkin bisa menyingkirkannya dengan tangan, tetapi jika hama menjadi parah, penggunaan insektisida adalah satu-satunya cara menyelamatkan tanaman. 

Penyakit tanaman cabai

Banyak potensi masalah pada tanaman cabai yang akan Anda temukan, yang disebabkan penyakit virus, jamur, atau bakteri

Baca juga: Busuk Akar pada Tanaman Cabai: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Beberapa penyakit virus yang menyerang cabai menyebabkan tanda-tanda infeksi virus, antara lain daun melengkung, warna belang-belang pada daun, pertumbuhan terhambat, dan bunga berjatuhan.

Cara terbaik menangani penyakit ini adalah memulai dengan varietas tahan virus.

Sementara itu, penyakit jamur yang menyerang tanaman cabai, di antaranya membasahi jamur pada bibit dan busuk akar Phytophthora. 

Baca juga: Tanaman Pendamping Cabai di Pekarangan Rumah, Tomat hingga Bunga

Busuk akar pada tanaman pada tahap apa pun dapat mengakibatkan layu dan kematian. Misalnya, jamur antraknosa akan menyebabkan bercak pada daun.

Cara mencegah infeksi jamur pada tanaman cabai adalah menggunakan tanah yang dikeringkan dengan baik, pembersihan limbah taman secara menyeluruh pada musim gugur, dan buat banyak ruang di antara tanaman untuk sirkulasi udara. 

Baca juga: Trik Menanam Cabai Rawit agar Buahnya Lebat

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau