Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Demam Berdarah, Ini Cara Membasmi Nyamuk di Taman Rumah

Kompas.com, 31 Mei 2021, 19:40 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran nyamuk di rumah, baik di dalam maupun luar ruangan, tak pernah diinginkan para penghuni rumah.

Umumnya, nyamuk mudah muncul di rumah yang memiliki pekarangan atau taman. Keberadaan hama di taman rumah ini sudah pasti akan mengganggu waktu bersantai atau berkebun di taman, baik terganggu oleh dengungan maupun gigitan nyamuk. 

Baca juga: Cegah Demam Berdarah, Usir Nyamuk dengan Tanaman Berikut Ini

Belum lagi, munculnya nyamuk di taman dapat membawa penyakit di rumah seperti demam berdarah.

Mengusir nyamuk di taman jauh lebih sulit dibanding di dalam rumah. Apalagi, nyamuk mudah berkembang biak dan populasinya terus bertambah meski telah dibasmi berkali-kali. 

Baca juga: Nyamuk Berkembang Biak di 4 Tempat Ini di Rumah

David Price, ahli entomologi bersertifikat dan Direktur Teknis Perusahaan Pengendalian Hama Mosquito Joe, mengatakan meski nyamuk betina hanya dapat bertahan hidup dari 32-45 hari, mereka dapat bertelur 200 telur selama beberapa hari, bahkan hingga tiga kali, dalam masa hidup mereka untuk memastikan kelangsungan hidup generasi berikutnya.

Dengan peluang seperti itu, Anda tidak akan pernah bisa membasmi semua nyamuk dari taman, tetapi setidaknya dapat mengurangi tingkat gangguan secara signifikan. 

Baca juga: Pakai 6 Bahan Alami Ini untuk Usir Nyamuk di Rumah

Melansir dari laman House Beautiful, Senin (31/5/2021), berikut ini cara membasmi nyamuk di taman.

Singkirkan genangan air

Nyamuk membutuhkan air untuk bertelur dan berkembang biak, bahkan jumlahnya tidak harus banyak. “Bahkan air seukuran tutup botol saja sudah cukup,” kata Price. 

Baca juga: Tanpa Pestisida, 6 Cara Membasmi Nyamuk di Rumah dan Pekarangan

Untuk itu, singkirkan segala wadah air dari taman. Buang piring di bawah pot bunga, mangkuk hewan peliharaan, ember, dan kolam anak-anak.

Perhatikan titik-titik rendah di taman yang menjadi tempat air hujan atau genangan air. Bila terdapat area yang menurun, isi dengan tanah sehingga air tidak dapat tergenang. 

Baca juga: Praktis dan Mudah, Ini 5 Cara Mengusir Nyamuk di Kamar 

Selain itu, bersihkan talang air sehingga air mengalir dengan baik dan pastikan tong hujan memiliki penutup.

Rapikan rumput dan semak

Nyamuk tidak suka sinar matahari penuh karena menyebabkan mereka dehidrasi. “Mereka lebih suka bersembunyi di rumput tinggi dan semak,” ucap Price. 

Baca juga: 5 Manfaat Bunga Geranium Selain untuk Mengusir Nyamuk

Karena itu, jaga rumput di taman pada ketinggian yang sesuai, potong rumput apabila sudah tinggi, dan rapikan semak-semak, terutama di dekat area tempat duduk sehingga tidak ada tempat untuk nyamuk muncul.

Nyalakan kipas angin

Price mengatakan nyamuk bukanlah penerbang yang hebat. Nyamuk hanya dapat terbang sekitar satu mph atau sekitar 1,5 kilometer per jam dan tidak menyukai angin. 

Baca juga: Mengenal Geranium, Bunga Cantik yang Mampu Mengusir Nyamuk

“Jika Anda menyiapkan kipas agar menyala rendah setiap kali berada di teras untuk mendapatkan sirkulasi udara, itu akan sangat membantu,” kata Price.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau