Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengharumkan Ruangan di Rumah dengan Tanaman Herbal

Kompas.com, 20 Juni 2021, 13:13 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber home guide

JAKARTA, KOMPAS.com - Aroma di dalam rumah bisa bermacam-macam, dari aroma masakan, hewan peliharaan, hingga aroma lainnya dapat muncul setiap harinya di rumah.

Sayangnya, aroma tersebut tidak enak dihirup, bahkan menimbulkan bau tak sedap. Menggunakan penyegar udara dapat menghilangkan bau tersebut. Namun, tidak semua orang menyukai aroma yang terdapat pada pengharum ruangan

Baca juga: Pengharum Ruangan Aroma Lemon Bikin Udara di Rumah Tak Bersih?

Dilansir dari Home Guides, Minggu (20/6/2021), untuk memberikan aroma yang harum dan menenangkan di dalam rumah, Anda dapat meletakkan berbagai tanaman herbal atau menggunakan tanaman herbal kering. 

Nah, berikut ini cara mengharumkan ruangan di rumah dengan tanaman herbal. 

Dapur

Selain digunakan untuk memasak, tanaman herbal rosemary juga dapat menyegarkan dan mengharumkan ruangan.

Baca juga: Aroma yang Akan Segarkan Rumah dan Bangkitkan Energi

Tanaman rosemary yang ditanam di pot dan diletakkan di ambang jendela dapur dapat mengharumkan seluruh area dapur. Selain rosemary, Anda dapat menggunakan geranium. Tanaman ini memiliki aroma yang manis. 

Sementara itu, untuk menetralkan bau dapur, bisa merebus lavender, irisan lemon segar, batang kayu manis, dan irisan jeruk nipis, atau irisan thyme di dalam panci kecil berisi air pada kompor berapi kecil.

Setelah matang dan dingin, masukkan rebusan ke stoples kaca dan simpan di dalam kulkas. Cairan ini dapat digunakan untuk disemprotkan di area dapur. 

Baca juga: Sansevieria Stuckyi, Jenis Lidah Mertua yang Mengeluarkan Aroma Wangi

Ruang tamu 

Tanaman herbal segar dalam pot cantik dapat mengharumkan ruang tamu serta menambah kehangatan dan sentuhan warna pada dekorasi ruang tamu.

Letakkan tanaman herbal dalam pot di tempat yang cerah atau dekat lampu sehingga panas akan membantu mengeluarkan aromanya.

Selain itu, masukkan tanaman herbal kering ke mangkuk bersama kelopak mawar dan tangkai lavender dan letakkan di sekitar ruangan. Hal ini akan membuat aroma ruangan semakin menyegarkan. 

Baca juga: Bisakah Tanaman Herbal dan Tanaman Hias Hidup Tanpa Tanah?

Kamar tidur 

Selama berabad-abad, orang telah menggunakan tanaman herbal kering dan kelopak bunga untuk mengharumkan pakaian.

Keringkan tanaman herbal segar dengan menggantungnya dalam di jendela kamar tidur untuk mengharumkan kamar tidur.

Caranya, masukkan lavender, rosemary dan thyme pada kantong kain tipis yang dipotong menjadi kotak berukuran empat inci. 

Baca juga: 5 Tanaman Herbal yang Dapat Digantung

Kemudian, letakkan kantong di laci, di antara tumpukan seprai yang dilipat, serta di bawah bantal kamar tamu untuk mengharumkan kain dengan rasa manis alami. 

Kamar mandi 

Lavender adalah ramuan berbau manis alami yang tumbuh subur di berbagai lingkungan. Tanam lavender segar di pot panjang dan sempit, kemudian letakkan di belakang toilet, meja rias, atau di rak. 

Baca juga: 8 Tanaman Herbal Ini Bisa Jadi Bahan Pembersih di Rumah

Tanaman lavender bekerja sangat baik di kamar mandi kecil. Anda juga bisa mencampurnya dengan rosemary kering, kulit lemon, dan mint dalam mangkuk lebar dan dangkal.

Aduk campuran sesekali untuk menyegarkannya atau menggunakan satu atau dua tetes minyak esensial guna menjaga aroma tetap hidup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau