Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghilangkan Karat dan Korosi pada Keran Air Kamar Mandi

Kompas.com, 25 Juli 2021, 14:30 WIB
Lolita Valda Claudia,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Hunker

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas dan kebersihan air keran berbeda-beda, tergantung tempat tinggal. Namun, penting untuk memahami sifat-sifat air keran untuk mencegah material keran berkarat dan terkena korosi.

Apabila air keran mengandung zat kimia atau tercemari, hal ini dapat merusak material logam keran kamar mandi dan mengakibatkan karat hingga korosi.

Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Membersihkan Kerak pada Keran Air

Namun, kamu tak perlu khawatir, ada beberapa cara membersihkan penumpukan mineral yang menyebabkan korosi dan karat pada keran air dan mengembalikan kilaunya.

Melansir dari Hunker, Minggu (25/07/2021), berikut ini beberapa trik yang dapat membantu mencegah korosi dan karat pada keran air kamar mandi.

Baca juga: Cara Hilangkan Noda Berkerak di Keran Air Kamar Mandi

Apa itu korosi?

Korosi mengacu pada kerusakan logam karena kontak dengan lingkungan, sedangkan karat lebih khusus mengacu pada oksidasi besi.

Keran air pada kamar mandi hampir selalu bersentuhan dengan air. Hal ini membuatnya rentan terhadap kerusakan korosi dan karat, terutama jika air mengandung PH air rendah.

Baca juga: Ketahui, Penyebab Air di Semua Keran Dispenser Menjadi Panas

Bersihkan keran

Langkah pertama dalam merawat keran kamar mandi yang berkarat dan berkorosi adalah membersihkannya secara tepat.

Mulailah dengan sabun cuci piring sederhana dan air untuk menghilangkan kotoran, lalu gunakan cuka putih untuk membersihkan sisa kotoran dan mineral yang membandel.

Baca juga: Keran Dispenser Bocor? Begini Cara Memperbaikinya

Rendam dengan air cuka

Air cuka adalah bahan utama dan terbaik untuk menghilangkan karat dan korosi pada keran air kamar mandi. 

Caranya, rendam keran dalam cuka putih selama sekitar lima menit untuk karat dan kotoran, lalu gosok dengan spons secara lembut. Ulangi proses ini sampai bekas-bekas korosi hilang.

Apabila tidak memiliki cuka, bisa menggantinya dengan jus lemon atau minuman soda karena keduanya memiliki kandungan asam yang tinggi. Setelah itu, bilas dan keringkan secara menyeluruh.

Baca juga: Trik Menghilangkan Karat pada Parutan Keju

Menggunakan alumunium foil

Cara lain menghilangkan karat dan korosi pada keran air kamar mandi adalah menggosoknya menggunakan alumunium foil.

Caranya, gulung kertas aluminium foil, lalu celupkan ke air, dan gosok di bagian keran yang berkarat. Aluminium foil dapat membantu menghilangkan karat melalui reaksi kimia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau