Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Air yang Ampuh Membersihkan dan Menjernihkan Air Kolam

Kompas.com, 30 Juli 2021, 20:00 WIB
Lolita Valda Claudia,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa tanaman air memang sengaja ditanam di kolam ikan untuk mempercantik tampilan kolam sekaligus sebagai tempat habitat ikan.

Namun, ada beberapa tanaman air memiliki fungsi lebih, yaitu dapat memberikan filtrasi air pada kolam sehingga air kolam lebih jernih.

Melansir dari kanal YouTube MotashiTV, Jumat (30/7/2021),  tanaman ini bisa digunakan sebagai pembersih dan penjernih air kolam ikan. 

Baca juga: 10 Jenis Sirih Gading yang Cocok Diletakkan di Dalam Ruangan

Apu-apu

Apu-apu memiliki daun berwarna hijau dengan bulu-bulu halus di permukaan daunnya, bulu-bulu halus ini membuat apu-apu bertekstur seperti kain bludru.

Jika memilih apu-apu sebagai tanaman kolam, kamu tidak perlu repot melakukan perawatan karena tanaman ini mudah tumbuh.

Apu-apu berkembang biak secara generatif melalui biji dan vegetatif melalui stolon. Tanaman ini dapat berperan sebagai penjernih air karena dapat menyerap limbah bahan radioaktif dan logam berat yang terdapat di air.

Baca juga: 9 Alasan Mengapa Perlu Memiliki Kolam Ikan di Rumah

Teratai

Ilustrasi bunga teratai.PIXABAY/YKAIAVU Ilustrasi bunga teratai.

Jika memiliki kolam ikan di rumah, mungkin kamu bisa menanam teratai di kolammu.

Selain bentuk daun yang bisa digunakan sebagai tempat peneduh ikan, tanaman ini juga bisa mengurangi populasi alga di dalam kolam.

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membuat Kolam Ikan Minimalis

Populasi alga yang tidak terkontrol dapat membahayakan ikan peliharaan karena alga dan ikan sama-sama membutuhkan oksigen dalam air.

Nah, jika populasi alga terlalu banyak dalam air, tentu ikan akan kekurangan asupan oksigen dan ikan akan mati.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Kolam Ikan Koi

Antanan

Antanan dapat hidup pada media air maupun tanah. Semakin banyak ikan yang dipelihara dalam kolam, semakin banyak pula oksigen dalam air yang dibutuhkan ikan.

Untuk menambah asupan oksigen pada kolam ikan, kamu bisa menanam antanan karena tanaman ini memberikan tambahan supply oksigen di dalam air.

Baca juga: Cara Membuat Kolam Ikan Sendiri di Area Taman Rumah

Sirih Gading

Sirih gading memiliki bentuk daun seperti sirih dengan akar gantung yang bisa merambat di batang pohon. Selain antanan, sirih gading juga dapat menambah supply oksigen dalam air.

Tak hanya itu, sirih gading juga dapat menghalau polutan. Karena itu, tanaman ini sering kali ditanam dalam kolam dan di atas filter kolam untuk menjernihkan air.

Baca juga: Air Kolam Ikan Bagus untuk Pertumbuhan Tanaman? Ini Penjelasannya

Egeria atau ganggang rantai

Tanaman air ini memiliki sifat oksigenasi alias meningkatkan kadar oksigen dalam air sehingga air tetap jernih dan ikan mendapatkan asupan oksigen yang cukup.

Seluruh bagian tanaman ini dapat hidup dalam air dan membentuk seperti semak. Satu tandon egeria dapat bekerja efektif untuk setiap tiga meter persegi kolam ikan.

Selain sebagai penjernih air, tanaman ini bisa digunakan ikan sebagai tempat berteduh dan bersembunyi anak-anak ikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau