Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 30 Juli 2021, 20:30 WIB
Lolita Valda Claudia,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kolam ikan dapat memberikan kesan sejuk dengan efek menenangkan pada hunian.

Namun, beberapa orang tidak tertarik untuk menambahkan kolam ikan pada rumah karena membutuhkan perawatan khusus, yaitu pembersihan yang rutin.

Jika memiliki kolam ikan di rumah, kamu bisa menambahkan tanaman air di kolam.

Baca juga: 9 Alasan Mengapa Perlu Memiliki Kolam Ikan di Rumah

Selain mempercantik kolam, tanaman air juga sangat bermanfaat untuk ikan dan air pada kolam.

Tanaman berfungsi sebagai filter alami sehingga kamu tidak perlu terlalu sering melakukan pengurasan dan pembersihan pada air kolam.

Melansir dari, Pond Informer, Jumat (30/7/2021), berikut manfaat menambahkan tanaman air pada kolam ikan

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membuat Kolam Ikan Minimalis

Sebagai penyaring air alami

Tanaman akan menyerap kelebihan nutrisi seperti nitrat dan fosfat pada air kolam yang dapat membuat air menjadi keruh dan mempercepat tumbuhnya ganggang.

Biasanya, kelebihan nutrisi pada air kolam ini berasal dari penumpukan sampah organik dan tanaman memerlukan ini sebagai pupuk untuk tumbuh.

Selain itu, kotoran ikan juga dapat menjadi nitrat yang diserap oleh tanaman air. Tanpa tanaman air, nitrat akan mencemari kolam sehingga kamu perlu sering-sering mengganti airnya.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Kolam Ikan Koi

Menambah kadar oksigen dalam air

Ada beberapa jenis tanaman air yang bisa digunakan pada kolam, baik yang mengapung maupun hidup dalam air.

Tanaman ini akan berfotosintesis lalu melepaskan oksigen langsung ke dalam air serta mengikat karbon dioksida dan nutrisi berlebih.

Oksigen yang cukup dalam air juga dapat digunakan bakteri baik untuk memecah limbah dan zat berbahaya dalam air.

Baca juga: Cara Membuat Kolam Ikan Sendiri di Area Taman Rumah

Tempat berlindung ikan

Tanaman yang mengapung dalam air seperti teratai dapat digunakan sebagai tempat berlindung ikan dari panas matahari, tempat bertelur, dan tempat persembunyian dari predator.

Salah satu tanaman yang hidup dalam air ialah lumut tanduk. Tanaman ini membentuk seperti hutan bawah air yang menyediakan tempat berlindung bagi ikan dan memberikan tambahan oksigen dalam air.

Baca juga: Air Kolam Ikan Bagus untuk Pertumbuhan Tanaman? Ini Penjelasannya

Memberikan kesan teduh pada kolam

Manfaat lain dari tanaman terapung adalah tanaman ini dapat melindungi kolam dari sengatan sinar matahari sehingga memberikan kesan teduh dan bayangan pada air.

Tempat yang teduh dapat menghambat pertumbuhan alga yang mengganggu. Tanaman ini juga dapat menurunkan suhu air sehingga baik untuk jenis ikan mas dan ikan koi.

Baca juga: Tanaman Hidroponik Lebih Efektif Meningkatkan Kualitas Udara

Mengontrol pertumbuhan ganggang atau alga

Dengan memberikan tanaman air pada kolam, pertumbuhan alga akan melambat karena alga dan tanaman air sama-sama membutuhkan nutrisi dalam air untuk tumbuh.

Saat kolam dipenuhi dengan tumbuhan air, alga akan kehilangan nutrisinya sehingga dapat memperlambat pertumbuhannya.

Tanaman juga menyerap nitrat yang biasa digunakan alga untuk mekar karena kurangnya kandungan nitrat dalam air, alga pun sulit untuk hidup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau