Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Fakta Unik Bunga Iris, Sudah Ada Sejak Zaman Yunani Kuno

Kompas.com, 8 Agustus 2021, 10:48 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Iris merupakan salah satu bunga favorit di dunia. Bunga yang memiliki "jenggot" ini hadir dalam warna dan bentuk yang tidak begitu banyak, yang membuatnya tampak sederhana, tetapi tetap indah. 

Setidaknya, bunga iris memiliki empat warna, yakni ungu, kuning, putih, dan biru. Ungu menjadi warna yang paling populer dan menjadi ciri khas bunga iris. Kesemua warna ini tampak cantik dan mampu memperindah taman atau halaman rumah

Baca juga: Cara Menyiram Bunga Anggrek agar Tidak busuk

Tampilan bunga iris sering kali dikira mirip bunga lili, padahal keduanya berbeda. Iris juga kerap dianggap sebagai tanaman bunga musim semi, tetapi beberapa dari ribuan varietas iris juga mekar pada musim panas dan gugur.

Sama dengan bunga lainnya, bunga iris juga memiliki banyak ciri khas seperti daun yang runcing dan berbentuk tombak serta kelopak bunga yang jatuh. 

Selain itu, iris memiliki banyak fakta unik, yang membuatnya semakin istimewa. Sayangnya, fakta ini hampir tidak diketahui orang, bahkan oleh pencinta iris sendiri. 

Nah, melansir dari laman Better Homes and Gardens, Minggu (8/8/2021), berikut ini fakta unik bunga iris

Baca juga: Tips Menanam Bunga Kaca Piring, Si Putih yang Wangi

Menjadi bunga penting sejak zaman Yunani kuno

Ilustrasi bunga iris. PIXABAY/CAPRI23AUTO Ilustrasi bunga iris.
Banyak sejarah panjang iris yang ditelusuri kembali ke Yunani. Namanya berasal dari kata Yunani yang mengartikan sebuah pelangi dan pembawa pesan. Diyakini bahwa bunga ini diberi nama iris karena memiliki banyak warna layaknya pelangi.

Dalam mitologi Yunani, dewi Iris menyampaikan pesan kepada para dewa, bepergian dengan pelangi untuk pergi dari surga ke bumi dan kembali.

Orang Yunani kuno akan menanam bunga iris di kuburan orang yang mereka cintai dengan harapan dewi Iris akan membantu menghubungkan jiwa mereka ke surga.

Seni paling awal yang menggambarkan bunga iris adalah lukisan dinding di istana Raja Minos di Pulau Kreta Yunani. Istana itu sudah ada sejak tahun 2100 Sebelum Masehi. 

Baca juga: 10 Warna Bunga Mawar yang Cantik, Dapat Ditanam di Rumah

Bisa berjenggot atau tanpa jenggot

Iris dikenal sebagai bunga yang memiliki "jenggot" dan tidak berjenggot serta hadir dalam warna atau pola solid dengan guratan yang dramatis.

Bunga iris memiliki kelopak tegak dan kelopak jatuh yang menggantung di bawah. Anda dapat membedakan iris berjenggot dan tidak berjanggut dengan melihat bagian tengah kelopak bunga pada musim gugur.

Iris berjanggut memiliki bagian yang tidak jelas, itulah sebabnya mereka disebut "berjenggot". Sebaliknya, iris tanpa jenggot memiliki sepetak warna di tempat yang sama pada kelopak musim gugur, tetapi tanpa tekstur kabur. 

Baca juga: 5 Fakta Menarik Bunga Pukul Empat

Digunakan sebagai obat

Iris memiliki lebih banyak tujuan daripada sekadar sesuatu yang indah untuk dilihat. Secara historis, bagian dari tanaman iris telah digunakan untuk tujuan pengobatan dan kosmetik.

Selain menjadi wewangian umum yang ditambahkan ke parfum, akar dari bunga iris juga digunakan sebagai bahan pengobatan. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau