Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hewan Peliharaan Minum Air dari Toilet, Berbahayakah?

Kompas.com, 13 Oktober 2021, 20:50 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

Sumber Cuteness

JAKARTA, KOMPAS.com- Ada sejumlah perilaku hewan peliharaan yang terkadang membingungkan. Misalnya, menggigit kaus kaki dan sepatu, memanjat tirai hingga minum air di toilet.

Jika kamu mendapati hewan peliharaanmu minum air di toilet, haruskah kamu menghentikan atau membiarkannya saja?

Bagi sebagian orang, hewan peliharaan yang minum air toilet bukanlah masalah besar, dan hewan peliharaan mereka mungkin melakukan kebiasaan itu sepanjang hidup mereka tanpa dampak, dan seringkali, praktik ini aman.

Baca juga: Kucing Minum Berlebihan? Hati-hati Tanda Berbagai Penyakit

Namun, hal ini bisa berdampak buruk, terutama jika air toilet mengandung sabun, deterjen, hingga cairan kimia lainnya yang membahayakan bagi hewan kesayanganmu.

Untuk mengetahui alasan hingga bahaya air toilet bagi hewan peliharaan, yuk simak penjelasannya berikut ini dilansir dari cuteness pada Rabu (13/10/2021).

Mengapa hewan peliharaan minum air toilet?

Minum air dari mangkuk juga bisa menyebabkan hidung kucing basah.UNSPLASH/VIVEK DOSHI Minum air dari mangkuk juga bisa menyebabkan hidung kucing basah.

Setiap kucing atau anjing memiliki alasan sendiri untuk minum dari toilet, tetapi jika diperhatikan, alasan sesungguhnya ialah karena air di toilet lebih segar, dingin, dan jumlahnya melimpah.

Oleh sebab itu, hewan peliharaanmu lebih suka minum di toilet dibandingkan di mangkuk air minum yang sudah kamu sediakan.

Baca juga: Bolehkah Anak Kucing Minum Susu Sapi?

Namun, jika demikian, kamu bisa menyiasatinya dengan mengganti mangkuk minum plastik dengan mangkuk bahan porselen untuk menjaga suhu air tetap dingin.

Selain itu, alasan lainnya ialah kucing dan anjing melihat bahwa air yang mengalir lebih menarik dibandingkan air di dalam mangkuk.

Apakah air toilet berbahaya bagi kucing dan anjing?

Penanganan pertama luka bakar, aliri dengan air mengalir setidaknya 20 menit.SHUTTERSTOCK/Madhourse Penanganan pertama luka bakar, aliri dengan air mengalir setidaknya 20 menit.

Jawaban singkat untuk pertanyaan ini adalah tidak. Dalam banyak kasus, air toilet tidak berbahaya. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa air di toilet berisiko menimbulkan ancaman bagi kesehatan hewan peliharaan.

Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Pertama, kebersihan toilet dapat menentukan seberapa aman air di dalamnya, dan tanpa sadar, peralatan dan bahan yang digunakan untuk menyikat dan membersihkan toilet beracun untuk hewan peliharaanmu.

Baca juga: 5 Tanda Awal Anjing Hamil yang Harus Diperhatikan

Bahan kimia keras dalam produk pembersih dapat tertinggal di toilet dan dapat menyebabkan efek samping saat tertelan, seperti sakit perut, air liur, diare, saluran pencernaan yang teriritasi, atau bahkan luka bakar kimia jika bersentuhan dengan kulit, kata American Veterinary Medical Association.

Selain itu, beberapa bakteri dapat ditemukan di air toilet, seperti E. coli dan giardia, yang keduanya dapat menyerang anjing dan kucing.

Bakteri ini biasanya hanya ditemukan di air yang tergenang, jadi jika toilet digunakan dan disiram secara teratur, seteguk kemungkinan tidak akan membahayakan hewan peliharaan.

Baca juga: 5 Fakta Unik Anjing Bulldog, dari Sejarah Kelam sampai Sulit Beranak

Bahkan ketika dihadapkan dengan beberapa bakteri, hewan peliharaan diberkati dengan sistem kekebalan yang berbeda dari manusia dan tahan terhadap serangan penyakit yang ada di toilet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau