Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Kesalahan Menggunakan Vacuum Cleaner yang Sering Dilakukan

Kompas.com, 21 Oktober 2021, 13:07 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Bobvila

JAKARTA, KOMPAS.com - Vacuum cleaner atau penyedot debu merupakan peralatan elektronik rumah tangga yang berfungsi untuk menyedot atau membersihkan debu dari setiap permukaan atau benda di rumah seperti lantai, karpet, sofa, juga gorden. 

Namun, banyak orang yang tidak memahami dan menggunakan vacuum cleaner dengan tepat. Padahal, memahami cara menggunakan vacuum cleaner dengan benar dapat membuat lantai dan karpet menjadi lebih bersih serta segar.

Nah, melansir dari Bobvila, Kamis (21/10/2021), berikut ini tujuh kesalahan menggunakan vacuum cleaner yang sering dilakukan. 

Baca juga: Selain Karpet, Ini 6 Benda yang Bisa Dibersihkan dengan Vacuum Cleaner

Tidak mengosongkan kantung secara rutin

Vacuum cleaner memiliki kantung atau wadah besar untuk mengumpulkan kotoran dan debu, tetapi tidak berarti harus menunggu wadah sampai penuh sebelum mengosongkannya.

Sebagian besar penyedot debu mulai kehilangan uap begitu kantungnya telah terisi sekitar dua pertiga.

Untuk itu, periksa kantung filter sebelum memulai dan berhenti sesekali guna mengosongkan isinya agar penyedot debu beroperasi dengan efisiensi maksimum. 

Baca juga: Ketahui, Kelebihan dan Kekurangan Robot Vacuum Cleaner

Tidak menyedot debu di kedua arah 

Ilustrasi vacuum cleaner.SHUTTERSTOCK/New Africa Ilustrasi vacuum cleaner.
Jika menghabiskan waktu menyedot debu hanya dalam satu arah, Anda tidak akan memungut semua debu dan kotoran yang mungkin ada—terutama jika menyangkut karpet.

Menyedot debu ke segala arah (utara, timur, selatan, dan barat) akan memastikan Anda mengangkat kotoran yang bersembunyi di dalam serat, terutama di area dengan lalu lintas tinggi. 

Baca juga: Catat, 8 Kotoran Ini Tidak Boleh Dibersihkan dengan Vacuum Cleaner

Tidak menggunakan lampiran yang tepat

Vacuum cleaner datang dengan alat lampiran karena suatu alasan. Penyedot debu telah secara khusus dikembangkan dan dirancang untuk membuat hidup lebih mudah.

Jangan menghindarinya hanya karena kelihatannya agak merepotkan. Alat celah, misalnya, melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dalam menyedot kotoran di sepanjang tepi karpet daripada metode dorong standar, menghasilkan alas tiang yang lebih bersih, sambungan di sepanjang dinding, dan tempat-tempat canggung lainnya di ruangan.  

Baca juga: Cara Tepat Menggunakan Vacuum Cleaner untuk Menyedot Debu pada Karpet

Tidak meluangkan waktu

Jika menyedot debu secara terburu-buru, hasilnya tidak akan memuaskan. Lakukan dengan benar dengan terlebih dahulu memindai ruangan untuk mengambil apa pun yang mungkin tersangkut di mesin seperti koin, klip kertas, mainan kecil, atau barang lainnya.

Kemudian, dorong penyedot debu secara perlahan agar sikat mesin dapat mengaduk serat karpet dengan baik dan mengangkat kotoran sebanyak mungkin. 

Baca juga: Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Vacuum Cleaner

Tidak membersihkan debu sebelumnya

Membersihkan debu pada benda-benda di rumah harus diselesaikan sebelum menyedot debu pada permukaan lantai.

Jika tidak, Anda akan melakukan pekerjaan menyedot debu kembali karena debu yang dibersihkan dari benda-benda akan terjatuh ke lantai yang baru dibersihkan.

Untuk itu, pastikan selalu membersihkan debu terlebih dahulu dan menyedot debu setelahnya. 

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Robot Vacuum Cleaner

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau