Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 3 November 2021, 08:39 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Sirih gading atau pothos adalah salah satu tanaman hias populer yang banyak dijadikan koleksi oleh pemilik rumah. Tanaman hias merambat ini tidak hanya mudah dirawat, namun juga dekoratif, sehingga mampu mempercantik ruangan maupun halaman rumah.

Dikutip dari The Spruce, Rabu (3/11/2021), salah atau varietas sirih gading yang paling populer dan menarik adalah sirih gading neon atau Epipremnum aureum 'Neon'. Berasal dari Kepulauan Solomon yang tropis, varietas yang menakjubkan ini dicirikan oleh daun hijau neon berbentuk hati dan kebiasaan tumbuh merambat.

Salah satu kelebihan sirih gading neon adalah relatif mudah dirawat. Dengan demikian, tanaman ini bagus untuk pemula atau mereka yang tidak pandai merawat tanaman.

Baca juga: Cara Merawat Sirih Gading di Dalam Ruangan

Namun begitu, sama seperti varietas sirih gading lainnya, semua bagian dari pothos neon dianggap beracun untuk kucing, anjing, dan manusia jika tertelan.

Sirih gading dengan daun berwarna cerah ini perawatannya rendah dan mudah dirawat. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi pencahayaan, dan meskipun menghargai penyiraman secara teratur, sirih gading neon akan bangkit kembali dengan mudah jika Anda lupa menyiramnya sesekali.

Saat ditanam di dalam ruangan, sirih gading neon dapat menumbuhkan tanaman merambat hingga 3 meter panjangnya. Jadi, meskipun pemangkasan tidak diperlukan untuk tanaman merambat tropis ini, Anda mungkin perlu memangkas tanaman sesekali untuk menjaga ukurannya tetap terkendali.

Berikut cara merawat tanaman sirih gading neon.

Baca juga: 5 Permasalahan pada Daun Sirih Gading dan Cara Mengatasinya

1. Pencahayaan

Sirih gading neon tumbuh secara alami sebagai tumbuhan di permukaan hutan dan dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi pencahayaan parsial. Oleh sebab itu, cahaya tidak langsung yang terang adalah yang terbaik untuk menjaga daun tetap hidup dan menghindari pertumbuhan berkaki panjang.

2. Tanah

Secara keseluruhan, sirih gading neon tidak pilih-pilih dalam hal tanah selama tanahnya lempung, dan lembap, tetapi juga memiliki drainase yang baik. Media tanam tanaman hias standar bekerja dengan baik untuk tanaman ini.

Atau, Anda dapat membuat media tanam dengan menggabungkan satu bagian media tanam tanaman hias, satu bagian perlit, dan satu bagian kulit anggrek untuk campuran tanah organik yang kental yang akan disukai sirih gading neon.

4. Air

Biarkan bagian atas tanaman, yakni sekitar 2 hingga 3 inci tanah mengering di antara penyiraman dan kemudian sirami secara menyeluruh. Sirih gading neon rentan terhadap busuk akar jika akarnya dibiarkan terendam air.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau