Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Permasalahan Umum yang Dialami Tanaman Bunga Mawar

Kompas.com, 3 November 2021, 22:40 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Bobvila

JAKARTA, KOMPAS.com - Mawar merupakan salah satu bunga yang memiliki tampilan yang cantik, warna yang indah, aroma yang harum, serta kelopak yang mekar. 

Meski indah, tanaman bunga mawar tak bebas dari berbagai permasalahan, terlebih pada musim panas serta bila tidak dirawat dengan baik. 

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Mawar agar Tumbuh Subur dan Berbunga Banyak

Selain itu, mawar juga menarik serangga, jamur, dan virus. Untuk itu, mawar perlu mendapat perhatian penuh saat merawatnya dan mengetahu permasalahan apa saja yang dihadapi bunga dengan naman ilmiah Rosa ini. 

Melansir dari Bobvila, Rabu (3/11/2021), berikut tiga permasalahan umum yang dialami tanaman bunga mawar. 

Baca juga: 5 Tips Merawat Bunga Mawar agar Rimbun, Sehat, dan Berbunga Besar  

Bubuk jamur 

Menyebar melalui angin dalam cuaca kering, spora bubuk jamur diaktifkan oleh kelembapan, dan hasilnya sangat mirip dengan namanya.

Meski bubuk jamur jarang membunuh tanaman mawar, penyakit jamur dengan cepat merusak kecantikan mereka.

Cegah wabah dengan menanam mawar di area dengan sirkulasi udara yang baik dan  menjaganya agar tetap terhidrasi dengan baik.

Jika embun tepung sudah muncul di dedaunan mawar, pangkas daun yang terkena dan semprot sisanya dengan fungisida organik atau campuran baking soda dan air. 

Baca juga: 5 Kesalahan Menanam Bunga Mawar yang Harus Dihindari 

Jamur Botrytis blight 

Ilustrasi tanaman bunga mawar Unsplash/ekrem osmanoglu Ilustrasi tanaman bunga mawar
Jika melihat bunga mawar baru mengembangkan pertumbuhan abu-abu kecokelatan, itu tandanya mawar telah menjadi mangsa jamur Botrytis blight.

Jamur ini dapat mempengaruhi batang, daun, atau bunga mawar yang tengah mekar. Itu terjadi selama musim panas yang basah dan lembap.

Segera singkirkan bunga dan daun tanaman mawar yang busuk, sterilkan pemangkas untuk mencegah masalah menyebar. Rawat mawar sehat yang tersisa dengan fungisida yang mengandung cholorothalonil atau minyak nimba sebagai bahan. 

Baca juga: Penyebab dan Cara Menangani Daun Bunga Mawar Layu 

Kutu daun

Sementara kutu daun memakan mawar dan mengeluarkan zat yang menyebabkan jamur menghitam. Carilah serangga kecil ini pada pertumbuhan baru.

Untuk mengendalikan wabah, basahi tanaman dengan air dari selang atau gunakan sabun insektisida. Jika menemukan kutu daun kembali lagi, coba perkenalkan kepik, musuh alami kutu daun. 

Baca juga: Cara Tepat Menyiram Bunga Mawar agar Tumbuh Subur

Tips untuk mencegah masalah

Mulailah dengan memilih berbagai tanaman bunga mawar yang paling cocok untuk daerah Anda. Tanam di tempat cerah dengan drainase yang baik.

Saat menyiram mawar, fokuslah pada hidrasi akar serta berikan mulsa secara menyeluruh dan pupuk sering.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau