Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Trik Menata Taman yang Ramah untuk Anjing Peliharaan

Kompas.com, 4 November 2021, 22:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Hunker

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki anjing dan taman adalah dua hal yang menyenangkan. Anjing merupakan hewan peliharaan yang menyenangkan, suka bermain, dan setia.

Dengan adanya taman di rumah, dapat menjadi tempat untuk anjing peliharaan menghabiskan waktunya di luar ruangan untuk bermain serta berlari. 

Baca juga: Mengenal 4 Ras Anjing Asal Alaska yang Tangguh, Energik, dan Ramah

Sayangnya, anjing dan taman tidak selalu beriringan. Ketika di taman, anjing cenderung akan menggali tanah, memakan tanaman, atau meninggalkan jejak kaki. 

Tak hanya itu, pemilihan tanaman dan permukaan taman juga bisa berbahaya bagi gigi taring anjing. Karena itu, Anda perlu menata taman sebaik dan seramah mungkin untuk anjing peliharaan agar anjing tetap aman ketika bermain.

Dikutip dari Hunker, Kamis (4/11/2021), berikut trik menata taman yang ramah untuk anjing peliharaan. 

Baca juga: 5 Cara Membuat Taman Rumah Lebih Nyaman dan Santai

Melindungi cakar anjing

Ilustrasi anjing di tamanUnsplash/Angel Luciano Ilustrasi anjing di taman
Anjing berkeliaran di taman rumah setiap hari tanpa menggunakan perlindungan untuk cakarnya. Jenis permukaan yang digunakan pada tanah dapat mempengaruhi seberapa aman taman bagi anjing.

Untuk itu, sebaiknya memilih permukaan tanah yang lembut daripada permukaan kasar, tajam, dan menghindari trotoar sehingga cakar anjing tidak terkena panas.

Anda bisa menggunakan mulsa chip cedar, batu halus, dan kerikil bulat untuk anak anjing. Sertakan banyak ruang hijau juga. Rumput tetap lebih dingin dari trotoar sehingga melindungi kaki anjing peliharaan saat musim panas.

Baca juga: Berkenalan dengan Ras Anjing Mini Dachshund yang Mungil dan Penyayang

Membuat zona untuk anjing

Buat area khusus untuk anjing peliharaan. Area itu harus ramah dan menarik bagi sahabat bulu anjing serta jauh dari tanaman.

Untuk anjing yang suka menggali, buat lubang pasir atau area tanah di tempat tersembunyi di mana penggalian diperbolehkan. Tambahkan naungan untuk menyediakan tempat untuk menghindari panas.

Menggali tanah terkadang terjadi ketika seekor anjing sedang kepanasan dan mencari bantuan. Setelah itu, pagari area yang ramah untuk anjing ini dengan area lain di taman. 

Baca juga: 7 Ras Anjing Asal Belgia, Bertubuh Besar dan Gagah

Hindari menanam tanaman beracun bagi anjing 

Ilustrasi anjing bermain di taman rumahUnsplash/Joe Caione Ilustrasi anjing bermain di taman rumah
Tidak semua tanaman cocok dengan anjing. Beberapa ada yang beracun bila tertelan serta menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk gagal hati.

Contoh tanaman beracun untuk anjing seperti bunga lili (Lilium), pohon sagu (Cycas revoluta), dan bakung (Narcissus). 

Pilih tanaman yang tahan hama dan penyakit untuk mengurangi kebutuhan bahan kimia. Jika  menggunakan bahan kimia, jauhkan anjing peliharaan dari area tersebut sampai bahan kimianya kering.

Selain itu, hindari penggunaan mulsa sekam kakao. Komponen cokelat dalam mulsa dapat menyebabkan muntah, diare, juga peningkatan denyut jantung dan kejang jika tertelan. Sebagai gantinya, gunakan mulsa kayu parut.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membuat Taman Vertikal di Rumah 

Letakkan tanaman dengan tepat 

Lokasi tanaman adalah hal lain yang harus dipertimbangkan pemilik anjing. Jauhkan tanaman dari perimeter halaman karena anjing suka berjalan di sepanjang tepi luar untuk berpatroli di area tersebut.

Tanaman apa pun di area itu bakal menjadi korban cakaran anjing peliharaan. Penanaman yang lebat dapat membuat anjing enggan memasuki tamanseperti halnya pagar dekoratif.

Pilihan lain adalah membuat pot dari material semen yang ditinggikan untuk tanaman sehingga tidak berbahaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau