Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisakah Anjing Alergi pada Kucing? Ini Penjelasannya

Kompas.com, 27 Januari 2022, 21:33 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Pet MD

JAKARTA, KOMPAS.com – Umumnya, manusia adalah makhluk hidup yang sering memiliki alergi terhadap kucing.

Rontokan kulit kering (dander)—berbeda dengan ketombe atau dandruff—pada kucing dapat membuat manusia bersin, gatal-gatal, mengi, bahkan hingga batuk-batuk.

Baca juga: Seberapa Sering Anjing Peliharaan Harus Dimandikan?

Melansir Pet MD, Kamis (27/1/2022), ternyata anjing juga bisa alergi terhadap kucing. Bahkan, sebagian besar gejalanya mirip dengan gejala alergi yang dialami manusia.

Hal ini dituturkan Elizabeth Falk, dokter hewan bersertifikat di Cornell University Veterinary Specialists di Stamford, Connecticut, Amerika Serikat (AS).

“Kami menyertakan tes untuk dander kucing dalam tes alergi intradermal kami. Sekitar satu dari 20 pasien saya memiliki hasil positif terhadap dander kucing dalam tes ini,” ungkap Falk. 

Baca juga: Bukan Lapar, Ini Makna Berbagai Jenis Suara Kucing

Gejala anjing yang alergi pada kucing

Ilustrasi anjing dan kucingUnsplash/Andrew S Ilustrasi anjing dan kucing

Susan Jeffrey, dokter hewan di Odyssey Veterinary Care, Fitchburg, Wisconsin, AS, mengungkapkan, anjing yang alergi pada kucing akan memiliki gejala mirip dengan alergi lingkungan lainnya.

Dia melanjutkan, beberapa gejalanya termasuk banyak menggaruk dan menjilat.

“Ini menyebabkan perubahan kulit seperti kemerahan, ekskoriasi atau menggaruk secara berulang, dan pengembangan pustula atau krusta,” jelas Jeffrey yang sempat bekerja di Truesdell Animal Care Hospital di Madison, Wisconsin, AS.

Baca juga: Ketahui, Ini 3 Alasan Anjing Mengejar Ekornya 

Sementara itu, menurut Kristin Holm, dokter Kulit Hewan di Veterinary Dermatology Consultation Services di Johnston, Iowa, beberapa anjing lainnya mungkin menunjukkan tanda-tanda pernapasan seperti batuk, bersin, hingga mata dan hidung yang berair.

“Namun, ini tidak seperti yang umumnya terjadi pada manusia,” ujar Holm.

Dia menegaskan, hanya dokter hewan yang dapat membuat diagnosis resmi. Pertama, mereka akan menduga seekor anjing memiliki alergi berdasarkan riwayatnya. 

Setelah itu, alergi dapat dikonfirmasi melalui tes alergi intradermal pada kulit atau tes serum pada darah.

Baca juga: Ternyata Anjing Bisa Cemburu, Ini Tanda dan Cara Mengatasinya

Cara mencegah reaksi anjing yang alergi pada kucing

Anjing yang sakit akan memiliki perubahan perilaku atau kebiasaan.Unsplash/Priscilla Du Preez Anjing yang sakit akan memiliki perubahan perilaku atau kebiasaan.

Holm mengatakan kecenderungan untuk mengembangkan alergi sebagian besar bersifat genetik. Namun, Falk menjelaskan, paparan alergen sebenarnya dapat membantu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau