Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Benda yang Tak Boleh Dicuci dengan Mesin Pencuci Piring

Kompas.com, 28 Januari 2022, 14:32 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Mesin cuci piring mungkin belum umum digunakan di dapur-dapur rumahan di Indonesia, biasanya hanya digunakan di dapur restoran saja. Namun alat ini merupakan peralatan yang biasanya selalu hadir di dapur-dapur luar negeri.

Mencuci piring menggunakan mesin cuci piring dianggap lebih hemat waktu. Selain itu mesin ini juga menggunakan air panas dan uap panas yang bisa mensterilkan alat makan dan peralatan masak lainnya.

Melansir dari Today, Jumat (28/1/2022), meskipun praktis ada beberapa barang yang sebaiknya tidak dicuci menggunakan mesin cuci piring. Berikut ini adalah 5 benda yang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring.

Baca juga: Suhu Panas Microwave Bisa Membasmi Bakteri pada Spons Cuci Piring?

Alat makan dengan sisa makanan

Sebelum mencuci piring menggunakan mesin cuci piring, sebaiknya bersihkan sisa-sisa makanan yang masih tersisa di piring.

Bilas piring sebelum memasukkannya ke mesin, jangan lupa untuk mengikis makanan yang sudah mulai mengerak. Potongan makanan yang terlalu besar dan banyak dapat menyumbat saluran mesin cuci piring.

Baca juga: Amankah Menggunakan Sabun Cuci Piring yang Sudah Kedaluwarsa?

Benda dengan label kertas

Saat proses pencucian, label kertas yang menempel pada botol atau toples dapat terlepas. Potongan kertas ini dapat tersangkut di saluran pembuangan ataupun menempel di dindingnya. Sebaiknya lepas label kertas sebelum mencuci wadah kedalam mesin cuci piring.

Alat makan berbahan akrilik

Ilustrasi mesin pencuci piring atau dishwasher.SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOV Ilustrasi mesin pencuci piring atau dishwasher.

Mesin cuci piring biasanya menggunakan air panas dan produk cuci piring yang bisa merusak peralatan makan akrilik.

Hal ini dapat menyebabkan retakan atau munculnya garis halus di permukaan piring. Sebaiknya untuk peralatan makan berbahan akrilik cukup cuci secara manual.

Baca juga: Tips Merawat Bak Cuci Piring agar Bersih dan Tahan Lama

Bahan plastik

Ada beberapa jenis wadah plastik yang bisa dicuci menggunakan mesin cuci piring dan ada yang tidak.

Periksa di bagian bawah wadah, biasanya terdapat keterangan dishwasher safe untuk barang yang bisa dicuci menggunakan mesin cuci piring. Sebaiknya taruh benda berbahan plastik di rak atas agar aman dari panas.

Baca juga: Spons Cuci Piring Bermanfaat untuk Tanaman Hias? Ini Penjelasannya

Peralatan masak aluminium

Air panas di dalam mesin cuci piring dapat merusak permukaan alat masak berbahan aluminium.

Selain itu saat mesin bergerak, peralatan masak berbahan aluminium tipis seperti panci pai juga bisa menggores barang-barang lain di dalam mesin. Sebaiknya cuci peralatan masak jenis ini secara manual saja.

Baca juga: Jangan Gunakan Sabun Cuci Piring di 5 Tempat ini

Panci besi cor

Ilustrasi mesin pencuci piring atau dishwasher. SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi mesin pencuci piring atau dishwasher.

Jangan pernah memasukkan panci besi cor atau cast iron ke dalam mesin cuci piring. Cairan pembersih akan merusak kualitas panci dan akan membuatnya cepat berkarat.

Hanya gunakan air biasa dan spons non abrasif untuk mencuci permukaan panci besi cor. Jika dirawat dengan baik, panci jenis ini akan bisa bertahan hingga beberapa generasi.

Baca juga: 6 Manfaat Sabun Cuci Piring selain Membersihkan Peralatan Makan

Tutup panci presto

Sebaiknya jangan mencuci panci bertekanan tinggi seperti panci presto di dalam mesin cuci piring.

Hal ini dikarenakan deterjen pencuci piring atau sisa makanan dapat menumpuk dan menyumbat regulator dan katup pengaman.

Sebaiknya cuci bagian atas panci presto, gasket, dan panci dengan tangan dalam air sabun yang hangat lalu keringkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau