Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengatasi Gulma yang Tumbuh di Sela-sela Bebatuan Teras

Kompas.com, 3 Februari 2022, 21:32 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gulma atau rumput liar dapat tumbuh di mana saja, salah satunya di sela-sela bebatuan teras rumah. Hal ini akan merusak tampilan ruang.

Untuk mengatasinya, Anda bisa saja mencabutnya dengan tangan, tapi itu bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan.  

Baca juga: 4 Langkah Membasmi Gulma Menggunakan Air Panas 

Dilansir dari Home Guides SF Gate, Kamis (3/2/2022), ada solusi ramah lingkungan untuk menghilangkan gulma di sela-sela bebatuan teras, yakni menggunakan air garam. Anda hanya memerlukan garam dan campuran air panas saja. 

Lantas, mengapa garam bisa membasmi gulma?

seperti diketahui, akar tanaman menyerap air. Ketika air itu mengandung garam, tanaman juga menyerap garam. Air bergerak melalui dinding sel tumbuhan. 

Baca juga: 7 Cara Alami Membasmi Gulma di Taman

Tingginya konsentrasi garam di luar sel tumbuhan ini dapat menyebabkan air yang sudah berada di dalam sel keluar dari sel sehingga menyebabkannya gulma atau rumput mati. Intinya, tanaman mati karena dehidrasi.

Garam yang ditaburkan langsung ke tanah memiliki efek yang sama, tetapi air membantunya meresap ke dalam tanah dan diserap lebih cepat oleh tanaman. 

Baca juga: 6 Cara Mudah Menghilangkan Gulma di Taman Secara Permanen 

Cara membuatnya

Ilustrasi gulma, mencabut gulma di halaman rumah. PIXABAY/MARIA Ilustrasi gulma, mencabut gulma di halaman rumah.
Untuk membuat campuran ini, Anda hanya perlu menambahkan satu cangkir garam dan dua cangkir air mendidih. Aduk sampai garam larut, lalu tuangkan air yang masih panas dengan hati-hati langsung ke rumput liar.

Namun, garam juga bisa larut dalam air dingin sehingga tidak perlu memanaskan air jika tidak ingin bekerja dengan air panas. Akan tetapi, menggunakan air panas akan membunuh gulma lebih cepat.

Jika memiliki tanaman yang tumbuh di sepanjang tepi luar teras, berhati-hatilah agar air garam tidak mengenai tanaman tersebut karena bisa membuatnya ikut mati. 

Baca juga: Cara Membuat Larutan Cuka untuk Membunuh Gulma 

Hal yang perlu dipertimbangkan 

Perlu diingat bahwa garam dapat merusak tanah untuk tanaman lain. Jika teras Anda miring, air garam akan mengalir dan mencemari tanaman yang sehat lainnya sehingga berhati-hatilah dalam menggunakan campuran air ini.

Jika Anda khawatir akan merusak tanah, gunakan air mendidih tanpa tambahan garam untuk membasmi gulma. 

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Menyemprot Pembasmi Gulma di Halaman

Dikutip dari laman University of Washington Botanic Gardens, Amerika Serikat, air mendidih yang langsung disiramkan ke gulma dapat membunuhnya dalam beberapa hari.

Satu-satunya kelemahan dari metode ini adalah tidak seperti ai garam yang bermanfaat mencegah gulma tumbuh kembali di celah-celah. Metode air mendidih justru perlu dilakukan lagi ketika gulma mulai tumbuh kembali. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau