Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tanaman Hias Minim Perawatan yang Cocok untuk Pelancong

Kompas.com, 6 Februari 2022, 08:31 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Hunker

JAKARTA, KOMPAS.com - Bepergian baik bagi jiwa dan pikiran, tetapi itu semua bisa hilang begitu pulang ke rumah mendapati tanaman hias yang dirawat menjadi layu dan sekarat. 

Tanaman yang sehat menambahkan energi yang cerah dan penuh harapan ke sebuah ruangan. Sebaliknya, tanaman dengan daun yang lemas dan bunga pudar bisa merusak suasana serta tampilan rumah

Baca juga: 5 Tanaman Hias Indoor yang Cocok untuk Ruang Kerja Tertutup

Karena itu, penting bagi mereka yang suka bepergian atau pelancong memilih jenis tanaman hias yang tepat. Pastikan tanaman bisa bertahan selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu tanpa perawatan apa pun. 

Dengan demikian, tanaman hias tetap segar dan hidup ketika Anda kembali berlibur serta tidak perlu khawatir memikirkan perawatan yang dibutuhkan selama ditinggal bepergian seperti menyiram tanaman juga memberi pupuk

Nah, dilansir dari Hunker, Minggu (6/2/2022), berikut enam tanaman hias minim perawatan yang cocok untuk pelancong. 

Baca juga: 6 Pilihan Tanaman Hias Daun yang Banyak Diminati 

Tanaman laba-laba

Ilustrasi tanaman hias spider plant atau tanaman laba-laba. SHUTTERSTOCK/IZZ HAZEL Ilustrasi tanaman hias spider plant atau tanaman laba-laba.
Tanaman laba-laba atau spider plant (Aloe barbadensis) memiliki dedaunan yang panjang,  melengkung, serta daun berwarna hijau pekat atau beraneka ragam dengan kombinasi putih. Tanaman hias ini nyaman berada di tempat yang kurang cahaya. 

Perawatan: Siram tanaman hias laba-laba saat hampir semua tanahnya kering. Semakin terang cahayanya, semakin cepat mengering. Tanaman ini rata-rata membutuhkan air setiap dua minggu.

Jadi, saat pergi berlibur, letakkan tanaman laba-laba di sudut ruangan yang redup dan tanaman akan dalam kondisi bahagia saat Anda kembali. 

Baca juga: 6 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur di Jendela yang Menghadap ke Utara 

Lidah mertua 

Lidah mertua juga termasuk pilihan tanaman dalam ruangan yang baik untuk kesehatan. Tanaman ini sangat cocok untuk kamar tidur.PEXELS/CHARLOTTE MAY Lidah mertua juga termasuk pilihan tanaman dalam ruangan yang baik untuk kesehatan. Tanaman ini sangat cocok untuk kamar tidur.
Tanaman hias lidah mertua atau snake plant (Sansevieria trifasciata) memiliki tampilan daun yang runcing, berdiri tegak, serta dikenal sebagai tanaman yang tangguh dalam kondisi apa pun. 

Perawatan: Baik dalam cahaya terang maupun redup, tanaman lidah mertua akan tumbuh subur. Siram setiap beberapa minggu pada musim panas, sebulan sekali pada musim dingin, tapi hindari menyiramnya terlalu sering.

Jangan lupa, sebelum bepergian, sirami tanaman dan letakkan pada area dengan cahaya redup. 

Baca juga: 5 Media Tanam yang Bisa Bikin Tanaman Hias Tumbuh Subur

Lidah buaya 

Ilustrasi tanaman lidah buayaUnsplash/Stephanie Harvey Ilustrasi tanaman lidah buaya
Lidah buaya (Aloe barbadensis) dikenal karena kekuatannya menyembuhkan berbagai luka bakar, mempunyai perawatan rendah, serta sulit layu atau mati selama tidak terlalu banyak mendapat penyiraman. 

Perawatan: Lidah buaya perlu diletakkan di tempat dengan cahaya terang, drainase yang sangat baik, dan sedikit air untuk tetap bahagia.

Siram lidah buaya setiap tiga minggu atau lebih. Jadi, luangkan waktu seminggu ekstra untuk menyiram tanaman setelah pulang berlibur. 

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Lidah Buaya di Dalam Ruangan 

Devil's ivy

Ilustrasi tanaman Devil's ivy (Epipremnum aureum) Shutterstock/Lana_M Ilustrasi tanaman Devil's ivy (Epipremnum aureum)
Di alam liar, tanaman hutan hujan ini memanjat tinggi ke puncak pohon dan bisa menjadi invasif. Namun, tanaman devil's ivy (Epipremnum aureum) bisa terlihat menenangkan hati saat ditanam dalam pot gantung di ruang makan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau