Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 25 Februari 2022, 13:32 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada kondisi tertentu, kucing peliharaan akan mengalami fase tidak menyukai makanan yang diberikan, bahkan tidak mau makan. 

Mendapati kucing peliharaan yang tidak mau makan tentu membuat pemiliknya merasa khawatir. Namun, sebetulnya, kondisi ini umum dialami kucing serta hewan peliharaan lainnya. 

Baca juga: 6 Fakta Kucing Oranye yang Dikenal Galak dan Banyak Tingkah

Ada dua penyebab utama kucing peliharaan tidak mau makan, yakni adanya masalah kesehatan dan tidak menyukai makanan yang ditawarkan. 

Namun, apa pun alasannya, tetap berusaha membujuk sahabat bulu untuk makan demi menjaga kesehatannya serta mencegah risiko yang lebih buruk. 

Dikutip dari The Spruce Pets, Jumat (25/2/2022), berikut penjelasan lengkap penyebab kucing tidak mau makan, baik masalah kesehatan maupun makanan. 

Baca juga: 6 yang Aman Dikonsumsi dan Disukai oleh Kucing

Penyakit pernapasan

Ilustrasi kucing sakit, kucing stresUnsplash/Sebastian Santacruz Ilustrasi kucing sakit, kucing stres
Masalah pernapasan dapat mempengaruhi indra penciuman atau kemampuan bernapas kucing, yang akhirnya menyebabkan hilangnya nafsu makan.

Penyakit pernapasan bagian atas dapat menyumbat hidung dan mata kucing dengan keluarnya cairan yang mengakibatkan hilangnya atau pembatasan pada penglihatan serta penciuman sementara.

Penyakit saluran pernapasan bagian bawah dapat mempengaruhi paru-paru kucing sehingga menyebabkannya kesulitan bernapas. Masalah pernapasan ini disebabkan infeksi bakteri atau virus yang memerlukan perawatan dasar. 

Baca juga: 4 Hal yang Membuat Kucing Peliharaan Tidak Mengubur Kotorannya 

Penyakit sistem pencernaan

Masalah dengan perut, usus, pankreas, atau bagian lain dari sistem pencernaan kucing dapat menyebabkannya berhenti makan. Kucing juga akan muntah dan mengalami diare atau sakit perut di samping masalah pencernaan.

Namun biasanya, penurunan nafsu makan ini akan menjadi salah satu tanda awal adanya masalah pada sistem pencernaan.

Masalah dapat berkisar dari refluks asam, tumor, ketidakseimbangan bakteri usus, parasit, penyakit iritasi usus, dan masalah lainnya. 

Baca juga: Kucing Peliharaan Suka Menjilati Kakinya, Normalkah?

Menelan benda asing

Ilustrasi kucing makanUnsplash/Felice Wölke Ilustrasi kucing makan
Beberapa kucing suka memakan sesuatu yang tidak boleh dimakan atau mungkin menelan bola rambut, yang semuanya dapat tersangkut di perut atau usus.

Benda asing yang tersangkut di saluran pencernaan kucing ini disebut sebagai obstruksi gastrointestinal atau obstruksi GI. Obstruksi GI tidak akan membiarkan makanan melewati saluran pencernaan. 

Karena itu, kucing peliharaan akan mengalami muntah dan kemungkinan besar berhenti makan. Beberapa benda asing ini dapat melewati sistem pencernaan kucing dan menyebabkan gangguan GI. Namun, beberapa ada yang memerlukan pembedahan untuk diangkat. 

Baca juga: Amankah Mainan Laser Pointer untuk Kucing Peliharaan? 

Penyakit gigi

Gigi dan gusi yang sakit dapat menyebabkan kucing berhenti makan. Kucing dapat mematahkan giginya, mengembangkan lesi resorptif pada giginya, mengembangkan radang gusinya, membentuk abses gigi, dan masalah gigi lain yang menyebabkan rasa sakit pada mulut.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau