Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Muntah Usai Makan dan Minum

Kompas.com, 25 Februari 2022, 15:15 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Apakah kamu pernah menemukan kucing peliharaan tiba-tiba muntah saat makan? Hal ini tentu membuatmu khawatir apalagi jika disertai dengan lemas dan kurangnya nafsu makan.

Muntah pada kucing dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan baik yang ringan maupun berat.

Saat mengalami masalah pada pencernaannya dan sulit mencerna makanan, kucing seringkali memuntahkan makanan ataupun minumannya kembali,

Melansir dari Scollar, Kamis (24/2/2022), berikut ini adalah 5 Alasan kucing muntah sesaat setelah makan atau minum dan cara mengatasinya.

Baca juga: 6 Tanda Kucing Sakit dan Butuh Pertolongan

Makan terlalu banyak

Saat waktu makan tiba, kucing seringkali terlalu bersemangat untuk memakan makanan mereka.

Kucing makan dengan lahap padahal hanya sedikit ruang di dalam perut mereka sehingga setelahnya akan merasa mual. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya berikan makanan dalam porsi yang sedikit namun sering.

Baca juga: 7 Gejala Kucing Sakit yang Harus Diperhatikan

Makan atau minum terlalu cepat

Ilustrasi kucing muntah. SHUTTERSTOCK/THAMKC Ilustrasi kucing muntah.

Jika muntahan kucing berbentuk utuh dan tidak terkunyah dengan baik atau terdapat genangan muntah di dekat wadah air, ini bisa menjadi tanda bahwa kucing makan terlalu cepat.

Hal ini sering terjadi jika kamu memiliki lebih dari satu kucing sehingga kucing akan makan dengan cepat karena takut makanannya dimakan oleh yang lainnya.

Kamu mempertimbangkan untuk memberi makan kucing di area terpisah sehingga mereka merasa cukup aman untuk makan dengan kecepatan mereka sendiri.

Baca juga: Kucing Muntah Bulu, Amankah?

Hairball atau bola bulu

Memuntahkan hairball dianggap sebagai prosedur normal bagi kucing untuk menelan rambut saat merawat dirinya sendiri, dan terkadang kucing memuntahkan bola rambut.

Jika kucing sering memuntahkan bola rambut, dokter hewan mungkin menyarankan perawatan seperti diet untuk mengurangi pembentukan rambut, atau melakukan grooming pada kucing untuk mengurangi volume rambut yang tertelan.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui tentang Kucing Muntah

Makanan yang sulit dicerna

Pada habitat aslinya kucing memang memangsa burung ataupun tikus dan memakan mereka. Beberapa produk kucing juga menawarkan daging, lemak dan tulang hewan.

Namun terkadang kucing sulit mencernanya sehingga menimbulkan muntah dan diare. Sebaiknya perhatikan makanan yang kamu berikan kepada kucingmu agar tidak menimbulkan masalah pencernaan.

Baca juga: Penyebab Kucing Muntah Cairan Kuning dan Cara Mengatasinya

Menelan tanaman beracun

Beberapa jenis tanaman dapat sangat beracun bagi kucing dan biasanya keracunan ditandai dengan muntah.

Beberapa jenis tanaman yang sebaiknya tidak ditanam jika kamu memiliki kucing adalah peace lily, amaryllis, chrysanthemum, kalanchoe dan masih banyak lagi. Sebaiknya hindari meletakkan tanaman ini di area yang bisa di jangkau oleh kucingmu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau