Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Penyebab Kucing Muntah

Kompas.com, 27 Februari 2022, 09:41 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Muntah adalah kondisi yang bisa dialami hewan peliharaan, termasuk kucing. Namun, pada kucing, sulit membedakan antara muntah, regurgitasi, dan batuk.

Ini semua sangat berbeda serta datang dengan kemungkinan penyebab berbeda. Muntah adalah gerakan aktif mengeluarkan isi perut dan usus kecil kucing melalui mulut.

Baca juga: 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Muntah Usai Makan dan Minum

Ini berbeda dengan regurgitasi, yang merupakan gerakan pasif dan tidak ada kekuatan yang diperlukan untuk mengeluarkan isi perut melalui mulut kucing. Hal ini kerap dikira kucing sedang batuk karena tidak ada apa pun yang keluar dari mulutnya.

Kucing muntah bisa menunjukkan adanya gangguan pencernaan, masalah makanan dan pola makan, bahkan masalah kesehatan serius. 

Dikutip dari PET MD dan The Spruce Pets, Minggu (27/2/2022), berikut beberapa penyebab kucing muntah

Baca juga: Kucing Muntah Bulu, Amankah? 

Bola rambut

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan ketika mencari cara merawat anak kucing baru lahir
 adalah memastikan hewan mungil ini mendapatkan tempat yang hangat.PEXELS/OMAR RAMADAN Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan ketika mencari cara merawat anak kucing baru lahir adalah memastikan hewan mungil ini mendapatkan tempat yang hangat.
Kucing terkadang bisa memuntahkan bola rambut atau hairball, terutama kucing berbulu panjang. Saat kucing peliharaan merawat dirinya sendiri, struktur kecil seperti kait pada lidahnya menangkap bulu yang terlepas dan mati, kemudian tertelan.

Sebagian besar bulu melewati saluran pencernaan tanpa masalah, tetapi terkadang bulu tetap berada di perut dan membentuk bola rambut. Biasanya, kucing akan memuntahkan cairan bening sebelum hairball. 

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui tentang Kucing Muntah

Meski terkadang dianggap normal dan bukan masalah, penting dicatat bahwa memuntahkan hairball tidak boleh sering, menyakitkan, atau sulit dilewati kucing.

Beberapa makanan dan camilan kucing komersial diformulasikan untuk membantu mencegah pembentukan bola rambut.

Dengan menerapkan jadwal perawatan bulu secara teratur dapat membantu menyingkirkan bulu-bulu longgar sehingga mencegahnya tertelan saat kucing merawat dirinya sendiri. 

Baca juga: Kucing Makan Tikus, Sebaiknya Larang atau Biarkan?

Makanan dan perubahan pola makan

Ilustrasi kucing makanShutterstock/Africa Studio Ilustrasi kucing makan
Kucing yang makan terlalu banyak atau terlalu cepat dapat memuntahkan makanan. Kucing juga dapat memuntahkan makanan jika merada mual setelah makan, ada benda asing yang menghalangi makanan untuk masuk ke usus kecil, atau kucing memiliki alergi makanan.

Selain itu, perubahan jadwal makan atau makan lebih lambat dari biasanya dapat membuat kucing muntah. Terlalu cepat mengganti makanan kucing juga bisa menyebabkan kucing muntah. 

Maka itu, saat mengubah makanan kucing ke diet baru, disarankan melakukannya secara bertahap selama periode satu hingga dua minggu untuk mengurangi jumlah makanan kucing saat ini sambil meningkatkan jumlah makanan kucing baru. 

Baca juga: Kucing Tidak Mau Makan? Atasi dengan 4 Cara Ini

Gangguan pencernaan

Sama dengan manusia, perut kucing menghasilkan berbagai cairan lambung serta asam klorida untuk mencerna makanannya.

Namun, jika kucing melewatkan waktu makan atau tidak diberi makan tepat waktu, penumpukan asam tersebut dapat mengiritasi perut serta menyebabkan kucing muntah. Kucing dengan gangguan pencernaan dapat memuntahkan busa kuning atau busa putih.

Apabila muntahan kucing ini disebabkan gangguan pencernaan, dokter hewan akan menyarankan Anda memberi makan kucing dalam porsi kecil dan sering pada waktu yang sama sepanjang hari guna mengurangi penumpukan asam lambung. 

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kucing Stres agar Tenang dan Nyaman

Radang perut

Ilustrasi kucing. PIXABAY/MERMAIDTOON Ilustrasi kucing.
Kucing peliharaan yang dibebaskan bermain di luar rumah kemungkinan akan memakan hal-hal yang seharusnya tidak boleh dimakan. Hal ini bisa menyebabkan perutnya teriritasi atau peradangan pada perut oleh makanan tersebut.

Ketika ini terjadi, Anda mungkin melihat muntah cairan bening selain muntah darah atau empedu. Selain itu, kucing juga menunjukkan penurunan nafsu makan, sikap tertekan, lesu, atau dehidrasi. Segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapat penanganan tepat.  

Baca juga: 7 Penyebab Kucing Tidak Mau Makan

Penyebab lainnya 

Beberapa penyebab kucing muntah lainnya adalah parasit, sembelit, adanya benda asing pada saluran usus, menelan racun, diabetes, penyakit ginjal, hipertiroidisme, penyakit radang usus, kanker, penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes mellitus, serta penyakit neurologis. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau