Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Muntah adalah kondisi yang bisa dialami hewan peliharaan, termasuk kucing. Namun, pada kucing, sulit membedakan antara muntah, regurgitasi, dan batuk.
Ini semua sangat berbeda serta datang dengan kemungkinan penyebab berbeda. Muntah adalah gerakan aktif mengeluarkan isi perut dan usus kecil kucing melalui mulut.
Baca juga: 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Muntah Usai Makan dan Minum
Ini berbeda dengan regurgitasi, yang merupakan gerakan pasif dan tidak ada kekuatan yang diperlukan untuk mengeluarkan isi perut melalui mulut kucing. Hal ini kerap dikira kucing sedang batuk karena tidak ada apa pun yang keluar dari mulutnya.
Kucing muntah bisa menunjukkan adanya gangguan pencernaan, masalah makanan dan pola makan, bahkan masalah kesehatan serius.
Dikutip dari PET MD dan The Spruce Pets, Minggu (27/2/2022), berikut beberapa penyebab kucing muntah.
Baca juga: Kucing Muntah Bulu, Amankah?
Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan ketika mencari cara merawat anak kucing baru lahir
adalah memastikan hewan mungil ini mendapatkan tempat yang hangat.Sebagian besar bulu melewati saluran pencernaan tanpa masalah, tetapi terkadang bulu tetap berada di perut dan membentuk bola rambut. Biasanya, kucing akan memuntahkan cairan bening sebelum hairball.
Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui tentang Kucing Muntah
Meski terkadang dianggap normal dan bukan masalah, penting dicatat bahwa memuntahkan hairball tidak boleh sering, menyakitkan, atau sulit dilewati kucing.
Beberapa makanan dan camilan kucing komersial diformulasikan untuk membantu mencegah pembentukan bola rambut.
Dengan menerapkan jadwal perawatan bulu secara teratur dapat membantu menyingkirkan bulu-bulu longgar sehingga mencegahnya tertelan saat kucing merawat dirinya sendiri.
Baca juga: Kucing Makan Tikus, Sebaiknya Larang atau Biarkan?
Ilustrasi kucing makanSelain itu, perubahan jadwal makan atau makan lebih lambat dari biasanya dapat membuat kucing muntah. Terlalu cepat mengganti makanan kucing juga bisa menyebabkan kucing muntah.
Maka itu, saat mengubah makanan kucing ke diet baru, disarankan melakukannya secara bertahap selama periode satu hingga dua minggu untuk mengurangi jumlah makanan kucing saat ini sambil meningkatkan jumlah makanan kucing baru.
Baca juga: Kucing Tidak Mau Makan? Atasi dengan 4 Cara Ini
Sama dengan manusia, perut kucing menghasilkan berbagai cairan lambung serta asam klorida untuk mencerna makanannya.
Namun, jika kucing melewatkan waktu makan atau tidak diberi makan tepat waktu, penumpukan asam tersebut dapat mengiritasi perut serta menyebabkan kucing muntah. Kucing dengan gangguan pencernaan dapat memuntahkan busa kuning atau busa putih.
Apabila muntahan kucing ini disebabkan gangguan pencernaan, dokter hewan akan menyarankan Anda memberi makan kucing dalam porsi kecil dan sering pada waktu yang sama sepanjang hari guna mengurangi penumpukan asam lambung.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kucing Stres agar Tenang dan Nyaman
Ilustrasi kucing. Ketika ini terjadi, Anda mungkin melihat muntah cairan bening selain muntah darah atau empedu. Selain itu, kucing juga menunjukkan penurunan nafsu makan, sikap tertekan, lesu, atau dehidrasi. Segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapat penanganan tepat.
Baca juga: 7 Penyebab Kucing Tidak Mau Makan
Beberapa penyebab kucing muntah lainnya adalah parasit, sembelit, adanya benda asing pada saluran usus, menelan racun, diabetes, penyakit ginjal, hipertiroidisme, penyakit radang usus, kanker, penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes mellitus, serta penyakit neurologis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang