Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 13 Mei 2022, 09:26 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tembakau (Nicotiana tabacum) dikenal sebagai salah satu bahan dasar rokok. Namun demikian, tembakau juga dapat dijadikan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama tanaman budidaya.

Dilansir laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Jumat (13/5/2022), tembakau mengandung nikotin yang dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis hama, termasuk kutu-kutuan seperti thrips, kutu kebul, aphid, tungau, walang sangit, dan ulat.

Selain dapat menghambat dan menurunkan nafsu makan hama, pestisida nabati dari tembakau juga sangat aman untuk diaplikasikan karena tidak mengandung residu bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya untuk Membasmi Ulat

Ilustrasi tanaman tembakau, daun tembakau.PIXABAY/COULEUR Ilustrasi tanaman tembakau, daun tembakau.

Terdapat dua cara membuat pestisida nabati dari tembakau, yaitu dengan cara direndam dan direbus.

Untuk pembuatannya sendiri, sebelumnya perlu disediakan alat dan bahan seperti berikut ini.

  • Daun tembakau (tembakau linting)
  • Air
  • Alkohol 5 persen
  • Wadah, disarankan dengan wadah berbahan kaca
  • Plastik
  • Alat saring
  • Karet gelang
  • Panci
  • Kompor

Baca juga: Cuci Buah dan Sayuran dengan Soda Kue untuk Hilangkan Zat Pestisida

Berikut cara membuat pestisida nabati dari tembakau.

1. Cara direndam

Siapkan 100 gram tembakau dan 400 ml alkohol 5 persen beserta alat dan bahan lainnya. Kemudian, masukkan alkohol 5 persen dimasukan ke dalam wadah yang telah disediakan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau