Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini 6 Tanaman Pengusir Nyamuk dan Serangga

Kompas.com, 13 Mei 2022, 22:16 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghabiskan waktu malam pada musim panas yang panjang dengan nongkrong atau berkumpul di taman atau halaman belakang rumah tentu menjadi hal menyenangkan. 

Namun, acara ini bisa terganggu oleh kehadiran serangga dan nyamuk, bahkan bila jumlahnya lebih banyak daripada orang yang berkumpul. 

Baca juga: 4 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyiram Tanaman

Untuk itu, menjauhkan serangga dan nyamuk dari halaman belakang rumah merupakan prioritas utama sebelum menghabiskan waktu di sana.

Sebagai solusi, Anda bisa menambahkan beberapa tanaman pengusir serangga dan nyamuk di taman. Untuk efek terbaik, pastikan menempatkan tanaman sedekat mungkin dengan area duduk. 

Nah, dilansir dari Real Simple, Jumat (13/5/2022), berikut sejumlah tanaman pengusir serangga dan nyamuk. 

Baca juga: 6 Tips Mencegah Nyamuk Berkembang Biak di Pekarangan Rumah 

Lavender 

Ilustrasi lavenderUnsplash/Larisa Birta Ilustrasi lavender
Sudah menjadi rahasia umum bahwa lavender merupakan salah satu tanaman pengusir nyamuk

Carmen Johnston, pakar gaya hidup taman, mengatakan lavender memiliki aroma yang harum yang dapat mengusir nyamuk. "Saya menanam ini (lavender) secara kelompok di pintu masuk kebun dan saya suka bunga ungu itu. Suka panas dan kering, jadi sangat cocok untuk musim panas."

Untuk efek maksimal, Anda bisamengoleskan minyak lavender ke kulit sebagai penolak alami nyamuk saat duduk di taman atau halaman belakang rumah

Baca juga: 5 Fakta Unik Tanaman Lavender yang Perlu Diketahui 

Serai 

Selain digunakan sebagai bumbu masakan, tanaman serai juga bisa mengusir nyamuk di halaman belakang rumah.

Johnston mengatakan serai merupakan tanaman paling populer yang ampuh mengusir nyamuk. "Ini memiliki bau sangat menyengat." 

Namun, kata Johnston, tanaman serai bisa tumbuh setinggi satu hingga 1,5 meter sehingga membutuhkan wadah  lebih besar dan perlu meletakkannya di tempat cerah.

Baca juga: Tips Menanam dan Merawat Bunga Petunia 

Petunia

Ilustrasi bunga petunia sebagai tanaman hias gantung. PIXABAY/MSCHIFFM Ilustrasi bunga petunia sebagai tanaman hias gantung.

Tanaman tahunan ini terkadang dikenal sebagai "pestisida alam" karena dapat mengusir kutu daun, ulat tanduk tomat, kumbang asparagus, wereng, dan serangga squash.

"Petunia sangat mudah tumbuh dan Anda dapat menanamnya di tanah atau menyimpannya di dalam pot," ujar Peyton Lambton, pakar gaya hidup dan bintang My New Old House.

Lambton mengatakan petunia menyukai sinar matahari dan merekomendasikan membeli petunia transplantasi, lalu menempatkannya di tanah yang ringan dan dikeringkan dengan baik di bawah sinar matahari penuh setelah musim semi yang beku. 

Baca juga: Gampang, Ini 4 Cara Membasmi Nyamuk di Halaman Rumah 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau