Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Tanaman Bunga Pengusir Nyamuk yang Bisa Ditanam di Halaman Rumah

Kompas.com, 18 Mei 2022, 10:40 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain mengganggu lantaran menimbulkan bentol kemerahan, gigitan nyamuk bisa mendatangkan penyakit seperti demam berdarah. 

Beragam cara pun dilakukan untuk mengusir nyamuk dari rumah, salah satunya menanam tanaman bunga pengusir nyamuk di halaman rumah. 

Baca juga: 4 Cara Mudah Mengusir Nyamuk dari Halaman Rumah

Selain mengusir nyamuk, tanaman bunga ini bisa membuat pekarangan rumah terlihat lebih indah serta asri. 

Dikutip dari Real Simple, Rabu (18/5/2022), berikut tiga bunga pengusir nyamuk yang bisa ditanam di halaman rumah. 

Baca juga: Catat, Ini 6 Tanaman Pengusir Nyamuk dan Serangga

Ilustrasi bunga petunia sebagai tanaman hias gantung. PIXABAY/MSCHIFFM Ilustrasi bunga petunia sebagai tanaman hias gantung.

Petunia

Petunia adalah bunga perennial yang dikenal sebagai pestisida alami untuk mengusir berbagai hama, salah satunya nyamuk. Petunia bisa berbunga dan bertahan hidup selama bertahun-tahun. 

Selain nyamuk, petunia dapat mengusir kutu daun (Aphidoidea), ulat tanduk tomat (Manduca quinquemaculata), kumbang asparagus (Crioceris), wereng atau leafhopper (Cicadellidae), dan serangga squash (Anasa tristis).

Pakar gaya hidup, Peyton Lambton, mengatakan, tanaman ini sangat mudah dikembangbiakkan. Kamu dapat menanamnya di tanah maupun pot.

“Petunia menyukai matahari. Saya merekomendasikan membeli tanaman transplantasi dan menempatkanya di tanah yang ringan dan berdrainase baik di bawah sinar matahari penuh,” tutur Peyton.

Baca juga: Apakah Geranium Wangi Benar-benar Mengusir Nyamuk?

Nasturtium

Ilustrasi tanaman nasturtium. PIXABAY/APRILKIND Ilustrasi tanaman nasturtium.

Nasturtium (Tropaeolum majus) adalah tanaman bunga pengusir nyamuk. Tak hanya nyamuk, bunga nasturtium bisa mengusir kutu kebul atau whitefly, kutu daun, serangga squash, beberapa kumbang, dan ulat jengkal atau cabbage looper (Trichoplusia ni).

Seorang penata taman profesional, Chris Lambton, menambahkan, tanaman ini merupakan jenis bunga yang dapat membantu tanaman lain di halaman rumah.

“Nasturtium menghasilkan bahan kimia di udara yang mengusir serangga. Tidak hanya melindungi dirinya sendiri, Nasturtium juga melindungi tanaman lain,” jelas Chris.

Baca juga: Cara Mencegah Nyamuk Berkembang Biak di Genangan Air

Kamu dapat menanam bunga ini pada awal musim semi di tanah lembap yang berdrainase baik dan di bawah sinar matahari penuh. Selanjutnya, sirami nasturtium secara teratur dan melakukan deadhead, yakni membuang bunga yang sudah pudar atau mati dari tanaman.

Proses ini lebih banyak dilakukan pada sebagian besar tanaman annual dan banyak tanaman perennial sepanjang musim tumbuhnya.

Adapun deadhead umum dilakukan untuk mempertahankan penampilan tanaman sekaligus meningkatkan kinerjanya secara keseluruhan. 

Baca juga: 6 Tips Mencegah Nyamuk Berkembang Biak di Pekarangan Rumah 

Lavender

Lavender atau Lavandula merupakan tanaman pengusir nyamuk. Tak heran, lavender sering kali digunakan sebagai bahan pembuatan obat nyamuk atau losion pengusir nyamuk. 

Untuk itu, tanamalah bunga lavender di halaman rumah. Wangi yang dikeluarkan lavender dapat mengusir nyamuk dari rumah.

Sebagai langkah pencegahan ekstra, kamu juga dapat mengoleskan losion antinyamuk beraroma lavender. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau