Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Bisa Ditanam di Halaman Rumah

Kompas.com, 8 Juni 2022, 15:13 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Bobvila

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim panas atau kemarau menjadi waktu paling tepat untuk menghabiskan waktu di luar ruangan seperti taman, halaman belakang rumah, dan kolam renang. 

Menikmati duduk santai, bercocok tanam, dan bermain air di kolam renang sambil menonton matahari terbenam menjadi hal menyenangkan. Sayangnya, kemunculan nyamuk di area ini kerap merusak kesenangan serta kenyamanan tersebut. 

Baca juga: 6 Hal yang Dapat Membuat Nyamuk Muncul dan Berkembang Biak di Rumah

Menurut Climate Central—organisasi berita nirlaba yang menganalisis dan melaporkan ilmu iklim—jumlah nyamuk atau "hari bahaya penyakit" meningkat di sebagian besar negara karena suhu meningkat. Ini mewakili risiko lebih besar untuk penularan penyakit yang dibawa nyamuk.

Nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak dan lebih menyukai kondisi lembap. Nyamuk jantan kebanyakan memakan nektar tumbuhan, sedangkan nyamuk betina dikenal jahat karena yang menggigit dan menyedot darah manusia guna membantu telurnya berkembang biak.

Ada banyak cara mengusir nyamuk di rumah, salah satunya menanam tanaman pengusir nyamuk. 

Dilansir dari Bobvila, Rabu (8/6/2022), berikut beberapa tanaman pengusir nyamuk yang bisa ditanam di rumah.  

Baca juga: Catat, Ini 6 Tanaman Pengusir Nyamuk dan Serangga 

Catnip dan catmint 

Ilustrasi tanaman catmint, ilustrasi Eastern catmint. Shutterstock/Brookgardener Ilustrasi tanaman catmint, ilustrasi Eastern catmint.
Nepetalactone, bahan kimia dalam daun tanaman catnip dan catmint, menarik perhatian kucing, tetapi berefek sebaliknya pada nyamuk.

Sebuah penelitian menunjukkan nepetalactone adalah pengusir nyamuk yang lebih efektif daripada bahan kimia komersial DEET.

Ditambah, kedua tanaman memiliki bunga cantik berwarna putih dan lavender yang mekar dari musim semi hingga musim gugur sehingga bisa sekaligus mempercantik tampilan rumah. 

Tanaman ini akan kembali tumbuh tahun demi tahun, letakan catnip dan catmint di bawah sinar matahari penuh, serta biarkan tanah mengering sedikit di antara penyiraman. 

Baca juga: 12 Tanaman Pengusir Nyamuk Terbaik di Halaman Rumah, Apa Saja? 

Serai 

Aroma serai yang kuat sangat tidak disukai nyamuk sehingga ampuh mengusir nyamuk di rumah. Tanaman pengusir nyamuk ini memiliki penampilan berumput, cukup tahan kekeringan, menyukai naungan sore, dan tumbuh baik pada tanah subur serta cepat kering.

Serai umumnya dianggap sebagai tanaman tahunan karena tidak akan kembali setelah cuaca dingin.  

Baca juga: 3 Tanaman Bunga Pengusir Nyamuk yang Bisa Ditanam di Halaman Rumah

Lavender 

Ilustrasi lavenderUnsplash/Larisa Birta Ilustrasi lavender
Aroma lavender tidak hanya merangsang relaksasi, tetapi juga salah satu tanaman pengusir nyamuk terbaik. Ada beberapa varietas lavender, tetapi semuanya lebih menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang agak kering. 

Lemon balm 

Lemon balm memiliki aroma jeruk yang dibenci nyamuk. Tanaman pengusir nyamuk ini harus diletakkan di area teduh sebagian dan menjaga tanahnya tetap lembap, tetapi tidak basah untuk pertumbuhan terbaik. 

Baca juga: Cara Mencegah Nyamuk Berkembang Biak di Genangan Air 

Marigold

Banyaknya varietas marigold, baik berwarna kuning, emas, putih, maupun oranye, mampu mengusir nyamuk di halaman rumah

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau