Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Fakta Menarik Kecoak, Bisa Hidup Tanpa Kepala

Kompas.com, 30 November 2022, 17:39 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Rentokil

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecoak menjadi salah satu hama serangga yang sering muncul di rumah. Kehadiran kecoak ini sering dikaitkan bahwa rumah yang kotor dan tidak terawat. 

Kecoak juga dikenal sebagai serangga pemakan segalanya karena tidak hanya menyantap remah makanan manusia, tapi juga barang-barang lainnya seperti kardus, bahkan rambut manusia. 

Dilansir dari beberapa sumber, Rabu (30/11/2022), ternyata kecoak memiliki sejumlah fakta menarik lainnya yang mungkin belum pernah diketahui banyak orang seperti berikut ini. 

Baca juga: Penyebab Kecoak Mati Dalam Posisi Telentang

Serangga kanibal

cara mengusir kecoak dari rumah dapat menggunakan bahan-bahan berupa pasta gigi, sabun cuci piring, dan jeruk nipis atau lemon.Shutterstock/PitukTV cara mengusir kecoak dari rumah dapat menggunakan bahan-bahan berupa pasta gigi, sabun cuci piring, dan jeruk nipis atau lemon.

Seperti disebutkan sebelumnya, kecoak adalah serangga pemakan segalanya. Tak heran, jika kecoak dapat memakan sesama kecoak.

Dikutip dari Rentokil Indonesia, perilaku ini bisa terjadi jika sumber makanan sulit ditemukan. Alasan lainnya, populasi. Ketika serangan kecoak mencapai jumlah besar dan makanan langka, kecoak sering berubah menjadi kanibal, entah karena sumber makanan maupun mengurangi ukuran populasi.

Baca juga: Hati-hati, Kecoak Mati Bisa Mengundang Kecoak Lain ke Dalam Rumah

Salah satu serangga tertua yang masih hidup

Sedikit bukti menunjukkan bahwa kecoak sudah ada sejak lama. Banyak penelitian ilmiah dalam beberapa tahun terakhir menjelaskan bahwa bukti fosil menunjukkan fosil kecoak pernah ditemukan berusia 300-350 juta.

Bisa berkembang biak dengan cepat

Kecoak adalah serangga produktif. Kecoak betina dapat menghasilkan telurnya dalam telur kapsul bernama ootheca. Kecoak tidak membutuhkan pasangan untuk bertelur.

Dalam kondisi menguntungkan, kecoak betina bisa menghasilkan 300-400 telur seumur hidup dalam kecepatan 20-30 hari.

Biasanya, masa kehamilan kecoak betina antara 30-60 hari sebelum menetas ke tahap siklus hidup selanjutnya, yakni nimfa. Meski demikian, ini tergantung pada jenis kecoak dan kondisi tempatnya berkembang biak.

Baca juga: Bahaya Menyentuh Kecoak Mati dengan Tangan Kosong

Bisa hidup tanpa kepala

Daun pandan untuk mengusir kecoa telah diyakini oleh sebagian orang sejak lama.SHUTTERSTOCK/GAN CHAONAN Daun pandan untuk mengusir kecoa telah diyakini oleh sebagian orang sejak lama.

Kecoak bisa hidup tanpa kepala hingga satu pekan karena tidak membutuhkan mulut untuk bernapas. Faktanya, sistem pernapasan kecoak adalah bukaan kecil atau spirakel yang berada di samping tubuhnya. 

Dikombinasikan dengan kemampuannya  bertahan hidup tanpa makan selama satu bulan, tidak heran kecoak bisa hidup tanpa kepala meski hanya satu pekan.

Disitat dari Pets World, kecoak hanya akan mati tanpa mulut karena tidak bisa minum air alias mati kehausan.

Baca juga: Bolehkah Membuang Kecoak ke Kloset? Simak Penjelasannya 

Tidak bisa terbang

Terkadang kita mendapati kecoak terbang. Banyak spesies kecoak memiliki sayap dan bisa terbang. Namun, sebagian besar kecoak benar-benar tidak bisa terbang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau