Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Penyebab Anjing Pendarahan Saat Hamil dan Cara Mencegahnya

Kompas.com, 28 Februari 2023, 11:47 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Cuteness

JAKARTA, KOMPAS.com - Mendapati anjing peliharaan hamil tentu menjadi hal menyenangkan, terlebih bila sudah lama menantikannya. 

Bertambahnya anak anjing, bertambah pula kebahagiaan di rumah. Kehadiran anak anjing ini tak hanya memberi keceriaan, tapi juga mengusir suasana sepi dan bosan.  

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Anjing Beauceron dan Doberman

Namun, Anda perlu mengawasi anjing selama masa kehamilannya. Pasalnya, saat hamil, anjing rentan mengalami berbagai risiko buruk yang dapat membahayakan dirinya dan calon janin, salah satunya pendarahan. 

Anjing hamil berlangsung antara 58 dan 68 hari. Selama itu, Anda akan melihat sedikit cairan seperti lendir dari vagina.

Jika lendir ini berwarna merah muda atau pink, hal itu normal. Namun, apabila melihat cairan berwarna merah, berdarah, atau seperti nanah, hal ini dapat mengindikasikan adanya masalah pada kehamilan anjing peliharaan.

Pendarahan selama kehamilan bukan hal normal dan anjing membutuhkan perawatan dokter hewan segera. 

Dilansir dari Cuteness, Selasa (28/2/2023), berikut sejumlah penyebab anjing pendarahan selama kehamilan. 

Baca juga: Tak Selalu Bermusuhan, 7 Ras Kucing Ini Akur dengan Anjing

Aborsi spontan

Ilustrasi anjing hamil.Shutterstock/Nina Buday Ilustrasi anjing hamil.
Salah satu penyebab paling serius dari pendarahan yang dialami anjing selama masa kehamilannya adalah aborsi spontan atau keguguran janin. 

Gejala-gejala aborsi spontan adalah pendarahan vagina selama kehamilan. Anjing juga dapat mengeluarkan janin dari rahimnya.

Menurut PetMD, meski penyebab kejadian tersebut biasanya terkait dengan ketidakseimbangan hormon, kondisi medis lain yang mendasari dapat menjadi penyebabnya, seperti infeksi.

Maka itu, pada tanda-tanda pertama pendarahan vagina selama kehamilan anjing, segera membawa ke dokter hewan untuk mendiagnosis penyebabnya. 

Baca juga: Perbedaan Anjing Maltese Vs Pudel, Mirip Tapi Tak Sama

Vaginitis dan sistitis 

Selanjutnya, penyebab anjing pendarahan adalah vaginitis dan sistitis. Selama kehamilan, anjing dapat mengalami vaginitis, yakni suatu kondisi yang dapat menyebabkan keluarnya cairan yang mengandung darah.

Infeksi bakteri adalah penyebab utama iritasi pada area vagina tersebut. Anda mungkin melihat anjing menjilati area tersebut, berjalan-jalan di lantai, atau sering buang air kecil dengan kondisi ini.

Sistitis adalah jenis infeksi lain yang dapat terjadi selama kehamilan, yang mempengaruhi kandung kemih anjing.

Infeksi kandung kemih dapat menyebabkan darah dalam urine, yang mungkin tampak seperti keputihan berdarah. Anjing yang mengalami infeksi kandung kemih mungkin akan mengejan saat buang air kecil atau mengalami rasa sakit saat buang air kecil.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau