Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenalan, Ini 6 Ras Anjing Asal Mesir yang Lincah dan Tertua di Dunia

Kompas.com, 2 Maret 2023, 09:24 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa ras anjing tertua dapat ditelusuri kembali ke Mesir kuno. Sering dikatakan bahwa orang Mesir kuno yang menjinakkan anjing.

Ini dapat dilihat dari sebuah makam yang berasal dari tahun 3500 Sebelum Masehi menunjukkan lukisan seorang pria sedang mengajak seekor anjing berjalan-jalan dengan tali. 

Baca juga: 7 Fakta Menarik Anjing Havanese, Sempat Tersisa 11 Ekor

Anjing-anjing ini sangat mirip dengan hieroglif (ulisan dan abjad Mesir Kuno) peradaban kuno dan gambar makam anjing-anjing ikonik Mesir. 

Beberapa anjing kuno atau tertua ini telah berkembang menjadi ras anjing asli Mesir yang kita kenal saat ini dan banyak menjadi anjing peliharaan, termasuk Basenji dan Saluki

Negara-negara tetangga di Timur Tengah, Mediterania, dan Afrika telah menjadikan ras-ras anjing asal Mesir ini sebagai ras mereka sendiri.

Ras anjing asli Mesir terutama berasal dari gurun pasir yang panas dan kering atau iklim Mediterania Afrika Utara.

Tubuh mereka sangat cocok dengan iklim tersebut dan tidak cocok untuk iklim Arktik atau daerah tropis yang lembap.

Anjing yang cerdas dan berenergi tinggi ini juga dibiakkan untuk gaya hidup yang aktif serta bekerja sebagai pemburu, penggembala, atau anjing penjaga.

Apabila tertarik memiliki salah satu ras anjing tertua di dunia, berikut enam ras anjing asal Mesir dirangkum dari The Spruce Pets, Kamis (2/3/2023).  

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Anjing Beauceron dan Doberman

Saluki

Ilustrasi anjing Saluki yang berasal dari Mesir.Shutterstock/Elisabetta Bellomi Ilustrasi anjing Saluki yang berasal dari Mesir.
Anjing Saluki memiliki tampilan atletis dan anggun. Dalam bahasa Arab, Saluki berarti "mulia" dan merupakan salah satu ras anjing tertua.

Sejarah mereka sudah ada sejak 5.000 tahun yang lalu. Batu nisan dan patung Mesir kuno menampilkan anjing yang menyerupai saluki modern.

Para raja sangat menyukai anjing Saluki karena penampilannya yang anggun dan kemampuan berburu yang atletis, seperti halnya para pemimpin terkemuka lainnya dalam sejarah, seperti Alexander Agung.

Anjing Saluki kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika, dan Asia selama bertahun-tahun, dibawa suku-suku nomaden.

Seperti anjing pelacak lainnya, Saluki sangat cepat dan memiliki dorongan memburu mangsa yang tinggi sehingga tidak cocok untuk hidup di rumah dengan hewan peliharaan berbulu kecil lainnya.

Namun, jika mendapatkan banyak latihan, ras anjing asal Mesir ini dikenal jinak dan senang meringkuk di dalam rumah. Saluki juga memiliki sifat mandiri, keras kepala, sensitif, serta membutuhkan penguatan yang lembut dan positif untuk hasil pelatihan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau