Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wajib Tahu, Ini Ragam Tanda Rumah Membutuhkan Perbaikan

Kompas.com, 15 Mei 2023, 12:08 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa pemilik rumah berpikir bahwa renovasi adalah hal yang membuat stres dan membutuhkan biaya mahal.

Namun, terlepas dari berapa banyak uang yang dihabiskan, seiring waktu rumah akan membutuhkan renovasi.  

Baca juga: Gravel Maintenance, Solusi Perbaikan Rumah Tanpa Ribet dan Berkualitas

Masalah-masalah kecil terkadang menjadi indikator atau tanda perlu merenovasi rumah atau melakukan perbaikan. Misalnya, air mulai menggenang di kamar mandi. Ini bisa menandakan saluran air yang tersumbat. 

Masalah kecil ini bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan permasalahan struktural yang lebih besar dan biaya perbaikan semakin mahal. Karena itu, atasi masalah apa pun secepat mungkin atau masih dalam keadaan kecil.

Lantas, bagaimana mengetahui rumah membutuhkan perbaikan

Georgi Ferdwindra Putra, Co-founder dan CEO Gravel—perusahaan teknologi yang bergerak di bidang konstruksi—mengatakan ada sejumlah tanda rumah mengalami masalah, yang perlu segera memperbaikinya.  

Baca juga: Ragam Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menempati Rumah Baru, Apa Saja?

Ilustrasi merenovasi rumah.Shutterstock/Zakhar Mar Ilustrasi merenovasi rumah.
Misalnya, merasakan ruangan mengalami bau lembap. Ini bisa menandakan adanya kebocoran dirumah, yang juga bisa menyebabkan masalah jamur.

Kemudian, merasakan tembok tidak keset serta cat mengelupas atau meninggalkan bekas di jari atau tangan. Artinya, tembok mengalami kelembapan karena ada rembesan air. 

Rembesan air ini bisa jadi berasal dari adanya pipa saluran air yang bocor, AC bocor, serta kebocoran dak atau atap. 

Selain itu, tanda rumah membutuhkan perbaikan adalah atap rumah yang bocor, genteng yang pecah atau rentak, adanya rayap. 

Baca juga: Jaga Kondisi Rumah dengan Layanan Gravel Maintenance Sebelum Mudik

Tanda-tanda ini perlu segera diatasi agar tidak melebar, yang menjadi kerusakan parah dan membuat biaya perbaikan makin besar.

"Meski beberapa masalah dapat diatasi sementara, seperti genteng retak dapat ditambal atau ditutupi terpal, sebaiknya segera memperbaiknya," ucap Georgi dalam acara peluncuran Gravel Maintenance di Bekasi, baru-baru ini. 

Karena itu, Georgi menyarankan melakukan pengecekan rumah secara berkala untuk mengethaui akar masalahnya.

Fredy Yanto, Co-fouder dan CPO Gravel, menyarankan melakukan pengecekan rumah setiap tiga sampai enam bulan untuk melihat kondisi rumah. 

Baca juga: Sebaiknya Pilih Tukang Harian atau Borongan untuk Merenovasi Rumah?

Sebab, rumah selalu digunakan setiap harinya, seperti saluran air, atap rumah, AC, dan barang-barang elektroniknya. Setiap barang tersebut memiliki masa penggunaan. Semakin sering menggunakan barang tersebut, semakin mengurang usia penggunaan.

Namun, kata Fredy, kebanyakan orang baru melakukan pengecekan saat masalah terjadi, bahkan setelah masalah menjadi parah. 

"Maka itu, kenali tanda-tanda rumah membutuhkan perbaikan atau pemeliharaan yang perlu ditangani lebih cepat daripada nanti," saran Fredy. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau