Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa pemilik rumah berpikir bahwa renovasi adalah hal yang membuat stres dan membutuhkan biaya mahal.
Namun, terlepas dari berapa banyak uang yang dihabiskan, seiring waktu rumah akan membutuhkan renovasi.
Baca juga: Gravel Maintenance, Solusi Perbaikan Rumah Tanpa Ribet dan Berkualitas
Masalah-masalah kecil terkadang menjadi indikator atau tanda perlu merenovasi rumah atau melakukan perbaikan. Misalnya, air mulai menggenang di kamar mandi. Ini bisa menandakan saluran air yang tersumbat.
Masalah kecil ini bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan permasalahan struktural yang lebih besar dan biaya perbaikan semakin mahal. Karena itu, atasi masalah apa pun secepat mungkin atau masih dalam keadaan kecil.
Lantas, bagaimana mengetahui rumah membutuhkan perbaikan?
Georgi Ferdwindra Putra, Co-founder dan CEO Gravel—perusahaan teknologi yang bergerak di bidang konstruksi—mengatakan ada sejumlah tanda rumah mengalami masalah, yang perlu segera memperbaikinya.
Baca juga: Ragam Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menempati Rumah Baru, Apa Saja?
Ilustrasi merenovasi rumah.Kemudian, merasakan tembok tidak keset serta cat mengelupas atau meninggalkan bekas di jari atau tangan. Artinya, tembok mengalami kelembapan karena ada rembesan air.
Rembesan air ini bisa jadi berasal dari adanya pipa saluran air yang bocor, AC bocor, serta kebocoran dak atau atap.
Selain itu, tanda rumah membutuhkan perbaikan adalah atap rumah yang bocor, genteng yang pecah atau rentak, adanya rayap.
Baca juga: Jaga Kondisi Rumah dengan Layanan Gravel Maintenance Sebelum Mudik
Tanda-tanda ini perlu segera diatasi agar tidak melebar, yang menjadi kerusakan parah dan membuat biaya perbaikan makin besar.
"Meski beberapa masalah dapat diatasi sementara, seperti genteng retak dapat ditambal atau ditutupi terpal, sebaiknya segera memperbaiknya," ucap Georgi dalam acara peluncuran Gravel Maintenance di Bekasi, baru-baru ini.
Karena itu, Georgi menyarankan melakukan pengecekan rumah secara berkala untuk mengethaui akar masalahnya.
Fredy Yanto, Co-fouder dan CPO Gravel, menyarankan melakukan pengecekan rumah setiap tiga sampai enam bulan untuk melihat kondisi rumah.
Baca juga: Sebaiknya Pilih Tukang Harian atau Borongan untuk Merenovasi Rumah?
Sebab, rumah selalu digunakan setiap harinya, seperti saluran air, atap rumah, AC, dan barang-barang elektroniknya. Setiap barang tersebut memiliki masa penggunaan. Semakin sering menggunakan barang tersebut, semakin mengurang usia penggunaan.
Namun, kata Fredy, kebanyakan orang baru melakukan pengecekan saat masalah terjadi, bahkan setelah masalah menjadi parah.
"Maka itu, kenali tanda-tanda rumah membutuhkan perbaikan atau pemeliharaan yang perlu ditangani lebih cepat daripada nanti," saran Fredy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang