Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Cairan Pembersih Kaca dari Bahan Rumah Tangga

Kompas.com, 21 Agustus 2023, 15:10 WIB
Siti Nur Aeni ,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Kaca menjadi bagian penting dalam sebuah rumah, misalnya digunakan untuk jendela dan sekat atau pembatas ruangan.

Permukaan kaca perlu rutin dibersihkan agar tidak buram. Sebab, kaca yang buram dapat memperburuk tampilan dan mengganggu pengelihatan atau pemandangan keluar rumah. 

Baca juga: Cara Membersihkan Kaca Jendela dan Cermin Tanpa Perlu Pakai Koran

Membersihkan kaca yang buram dapat menggunakan cairan pembersih kaca yang dijual di pasaran. Namun, Anda juga bisa membuat cairan pembersihkan kaca sendiri menggunakan bahan-bahan di rumah. 

Dilansir dari The Spruce, Senin (21/8/2023), berikut cara membuat cairan pembersih kaca dari bahan rumah tangga.

Alat dan bahan

  • 3 buah botol semprot. 
  • Gelas ukur dan sendok.
  • Kain microfiber.
  • 1 botol cuka putih. 
  • 1 botol air sulit. 
  • 1 botol alkohol isopropil .
  • Tepung maizena.
  • Minyak esensial (opsional).
  • 1-4 lembar koran bekas.
  • 3 buah label. 

Baca juga: 6 Cara Menutupi Pintu Kaca untuk Memberikan Privasi Lebih Baik

Cara membuat cairan pembersih kaca dari cuka

Ilustrasi wanita sedang membersihkan kaca.pressfoto/ Freepik Ilustrasi wanita sedang membersihkan kaca.

Cuka putih yang biasanya ditambahkan sebagai penambah rasa masam pada makanan, ternyata bisa digunakan untuk membersihkan kaca. Berikut cara membuat pembersih kaca dari cuka.

  • Buat campuran cuka dan air suling

Campurkan cuka dengan air suling, lalu masukkan campuran ke botol semprot dan beri label sebagai petanda.

  • Tambahkan minyak esensial

Untuk mengurangi aroma masam dari cuka, tambahkan 10 tetes minyak esensial sebagai pewangi ke dalam campuran cuka dan air suling, kemudian kocok sampai tercampur merata. 

Baca juga: Bolehkah Menyedot Pecahan Kaca dengan Vacuum Cleaner?

  • Pembersih kaca siap digunakan

Terakhir, pembersih kaca dari cuka sudah siap digunakan. Sebelum diaplikasikan, pastikan kotoran pada kaca sudah dibersihkan lebih dulu  dengan kain atau koran bekas.

Kemudian, semprotkan cairan pembersih kaca pada kain dan seka kaca. Cara ini dinilai aman karena tidak akan merusak permukaan kaca.

Ilustrasi membersihkan kaca jendelaSHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIO Ilustrasi membersihkan kaca jendela

Cara membuat pembersih kaca dari alkohol

Kombinasi antara alkohol isopropil dan cuka juga bisa menjadi cairan pembersih kaca. Kedua bahan ini juga bisa membersihkan noda dan menghilangkan goresan pada kaca dengan cepat.

Berikut cara membuat cairan pembersih kaca dari alkohol dan cuka. 

Baca juga: 7 Langkah Mudah dan Cepat Membersihkan Kompor Kaca

  • Takar bahan yang dibutuhkan

Semua bahan-bahan yang diperlukan perlu ditakar terlebih ulu agar komposisinya tepat. Takaran yang dibutuhkan adalah 236 mililiter alkohol, 236 mililiter air suling, dan satu sendok makan cuka.

  • Campurkan semua bahan

Selanjutnya, campurkan semua bahan dalam botol semprot. Pastikan semua bahan tercampur sempurna.

  • Aplikasikan cairan pembersih kaca

Semprotkan cairan pembersih kaca ini ke permukaan yang akan dibersihkan, kemudian gosok dengan kain mikrofiber agar noda lebih cepat hilang.

Baca juga: Cara Membersihkan Kaca Jendela agar Mengkilap

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau