Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setrika Vs Steamer, Mana yang Terbaik untuk Menyetrika Pakaian?

Kompas.com, 31 Januari 2024, 08:28 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Setrika dan steamer memiliki fungsi yang sama, yakni menghilangkan lecek dan merapikan pakaian serta kain rumah tangga lainnya

Meski demikian, masing-masing alat ini memiliki manfaat tersendiri. Misalnya, setrika standar memungkinkan Anda mengatur suhu, tergantung pada bahan yang disetrika, sedangkan steamer sering kali lebih cepat digunakan serta mudah dibawa kemana-mana. 

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Lecek pada Pakaian tanpa Setrika

Namun, masih banyak orang yang bingung dan bertanya-tanya apa saja perbedaan setrika dan steamer serta hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 

Sebagai contoh, bahan dan jenis pakaian apa yang paling cocok digunakan untuk masing-masing peralatan dan manakah yang terbaik untuk menyetrika pakaian

Nah, dilansir dari The Spruce, Rabu (31/1/2024), berikut panduan mendetail tentang setrika. dan steamer.

Kapan memilih steamer? 

Ilustrasi merapikan pakaian tanpa setrikaSHUTTERSTOCK/ESTRADA ANTON Ilustrasi merapikan pakaian tanpa setrika
Steamer plug-in genggam adalah pilihan yang sangat baik untuk menghilangkan lecek pada pakaian dengan cepat dan mudah.

Harga steamer jenis ini berkisar, biasanya berharga antara Rp150 ribu hingga Rp800 ribu. Steamer pakaian ini memiliki kompartemen internal yang dapat diisi air panas untuk menghasilkan uap terus-menerus sekitar 15 menit dan menghilangkan lecek. 

Karena steamer tidak benar-benar bersentuhan langsung dengan panel kemeja atau tirai yang Anda gunakan, risiko bahan terbakar atau rusak lebih kecil. 

Baca juga: 5 Alasan Steamer Pakaian Lebih Baik Daripada Setrika

Hal ini menjadikan steamer pakaian pilihan yang cocok untuk kain yang lebih halus dan tipis.

Steamer genggam adalah alat yang lebih baik ketika ingin cepat menyegarkan pakaian sehari-hari serta perlengkapan kamar tidur, seperti rok tempat tidur atau panel tirai gantung.

Steamer pakaian bisa menjadi investasi jika Anda rutin men-steamer gaun formal, kain pelapis, dan perawatan jendela.

Berbeda dengan steamer genggam kecil, steamer pakaian dilengkapi tiang teleskopik sehingga dapat menjangkau bagian atas panel tirai tanpa harus berdiri di atas tangga.

Ada beberapa material kain, seperti beludru, yang dapat menimbulkan lecek, tetapi tidak dapat disetrika karena kontak langsung dengan panas akan merusaknya.

Saat itulah, steamer pakaian menjadi alternatif yang bagus untuk menyetrika pakaian.  

Baca juga: Cara Menggunakan Setrika agar Tetap Optimal dan Tahan Lama

Kelebihan menyetrika pakaian dengan steamer 

  • Bisa menyetrika pakaian yang digantung.
  • Steamer bisa dibawa bepergian.
  • Steamer dapat digunakan pada bahan yang halus dan tipis.
  • Kecil kemungkinan steamer membakar atau merusak kain

Kekurangan menyetrika pakaian dengan steamer 

  • Tidak memungkinkan Anda menekan tepi yang tajam.
  • Tangki air perlu diisi ulang

Kapan memilih setrika? 

Ilustrasi setrika, menyetrika pakaian. SHUTTERSTOCK/DAMIAN LUGOWSKI Ilustrasi setrika, menyetrika pakaian.
Setrika memiliki beragam kecanggihan dan harga, tetapi setrika standar dilengkapi fitur uap internal dan tombol kontrol yang memungkinkan Anda mengubah suhu, tergantung pada jenis kain yang disetrika.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau