Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Barang yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Sabun Cuci Piring

Kompas.com, 20 Mei 2024, 07:12 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sabun cuci piring menjadi bahan pembersih yang efektif membersihkan kotoran dan lemak pada piring, sendok, gelas, peralatan makanan, dan peralatan memasak. 

Sabun cuci piring juga sering digunakan untuk membersihkaan barang dan permukaan di rumah, seperti mangkuk kloset.  

Baca juga: Cara Membuat Sabun Cuci Piring Sendiri di Rumah

Namun, ada beberapa barang yang tidak boleh dibersihkan dengan sabun cuci piring karena bisa menyebabkan residu serta kerusakan membandel. 

Maka itu, penting mengetahui barang-barang rumah tangga mana yang tidak boleh dibersihkan dengan sabun untuk menjaganya tetap dalam kondisi prima.

Disadur dari Better Homes and Gardens, Senin (20/5/2024), berikut barang yang tidak boleh dibersihkan dengan sabun cuci piring

Apa pun yang terbuat dari kayu

Ilustrasi furnitur kayu. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi furnitur kayu.
Apa pun yang terbuat dari kayu, termasuk furnitur kayu dan lantai kayu, tidak boleh dibersihkan dengan sabun cuci piring.

Hal ini terutama karena furnitur kayu sering kali dilapisi dengan lapisan pelindung atau mengandung minyak alami. Lapisan ini dapat hilang bila dibersihkan dengan sabun cuci piring. 

Meski sesekali boleh saja membersihkan noda atau jamur yang membandel dengan sabun cuci piring dan air, tapi yang terbaik adalah menggunakan produk khusus untuk membersihkan permukaan kayu.

Anda bisa membersihkan dengan prosuk alami. Cobalah mencampurkan minyak zaitun, alkohol terdenaturasi, terpentin, dan jus lemon dengan perbandingan sama.

Demikian pula, peralatan dapur, seperti talenan dan sendok kayu, akan mengalami keausan dini jika terus-menerus dibersihkan dengan sabun cuci piring.

Baca juga: 7 Cara Membasmi Kutu Putih, Pakai Alkohol hingga Sabun Cuci Piring  

Perabotan berbahan kulit 

Sama dengan kayu, barang yang tidak boleh dibersihkan dengan sabun cuci piring lainnya adalah perabotan berbahan kulit. 

Kulit secara alami mengandung minyak yang dapat dihilangkan oleh sabun cuci piring sehingga mengakibatkan bahan menjadi retak atau rapuh.

Untuk membersihkan perabot berbahan kulit, gunakan kain lembap untuk mengelap noda kecil, cobalah baking soda atau tepung maizena untuk menyerap tumpahan minyak atau lemak.

Selain itu, berkonsultasilah dengan ahli jika Anda menghadapi noda membandel. Namun, sepatu bot dan sepatu kuli, dapat menahan sedikit air sabun cuci piring jika Anda dalam keadaan darurat.

Gunakan pembersih kulit khusus, seperti sabun pelana, untuk melindungi barang berharga Anda jika memungkinkan. 

Baca juga: Jangan Gunakan Sabun Cuci Piring di Mesin Cuci, Kenapa?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau