Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Kesalahan Menggunakan Steamer Saat Menyetrika Pakaian

Kompas.com, 15 Juli 2024, 07:10 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

JAKARTA, KOMPAS.com - Steamer pakaian adalah mesin kecil yang berfungsi menghilangkan kusut dan menyegarkan pakaian dalam hitungan menit. 

Steamer dianggap lebih efektif, ringkas, dan nyaman digunakan dibanding setrika lantaran tidak perlu duduk untuk menyetrika pakaian sehingga tidak membuat pegal. 

Baca juga: Cara Menggunakan Steamer untuk Menghaluskan Pakaian

Namun, terkadang Anda dapat kecewa lantaran melakukan beberapa kesalahan umum saat menggunakan steamer pakaian.

Jika digunakan dengan benar, steamer pakaian tidak hanya membuat pakaian bebas kusut, tapi juga dapat meyakinkan orang untuk meninggalkan penggunaan setrika terbaik mereka.

Maka itu, perlu menggunakan steamer pakaian dengan baik untuk menghindari pakaian masih lecek di bagian ujungnya.

Nah, dikutip dari Ideal Home, Senin (15/7/2024), berikut beberapa kesalahan menggunakan steamer saat menyetrika pakaian yang sering dilakukan dan cara menghindarinya.

Menggunakannya sebelum siap

Ilustrasi steamer, Ilustrasi menyetrika pakaian dengan steamer.Shutterstock/Africa Studio Ilustrasi steamer, Ilustrasi menyetrika pakaian dengan steamer.
Meski steamer pakaian portabel sangat ideal digunakan saat Anda sedang terburu-buru, jangan mencoba memulai terlalu cepat karena memberikan hasil yang tidak maksimal.

Atit Chopra, Pengembang Produk Senior di Beldray, mengatakan penting memberikan waktu untuk steamer pakaian memanas dengan benar hingga mencapai suhu optimal dan hindari menggunakan uap pertama langsung pada pakaian. 

"Kami merekomendasikan melepaskan uap dari pakaian sekitar 30 detik sampai uap terdistribusi secara merata untuk mencegah sisa-sisa air tertinggal pada pakaian," ucap Chopra. 

Baca juga: Setrika Vs Steamer, Mana yang Terbaik untuk Menyetrika Pakaian?

Tidak menggantung pakaian 

Selanjutnya, kesalahan menggunakan steamer saat menyetrika pakaian adalah tidak menggantung baju.

Meski menggunakan steamer pakaian tidak memerlukan papan setrika, Anda harus  menggantung pakaian sebelum mencoba menyetrikanya. 

"Steamer bekerja paling baik saat dipegang tegak, jadi menggunakannya dengan posisi miring seperti halnya setrika dapat mempersulit menghilangkan kusut dan menyebabkan air tumpah ke pakaian," jelas Hannah Hamer, Manajer Produk di Russell Hobbs. 

Baca juga: 5 Alasan Steamer Pakaian Lebih Baik Daripada Setrika

Tidak menarik pakaian dengan kencang

Selain menggantung pakaian sebelum menyetrika pakaian dengan steamer, baju juga harus ditarik agar bahannya kencang dan tidak menggantung dengan longgar.

"Steamer pada dasarnya bekerja dengan mengendurkan serat-serat pada kain. Jadi, jika pakaian tidak ditarik dengan kencang, serat-serat tersebut bisa mengering kembali ke kondisi kusut seperti semula," lanjut Hannah.

Untuk hasil terbaik saat menggunakan steamer, tarik pakaian dengan kencang dari bagian bawah dan samping.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau