Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Barang Dapur yang Rentan Terkena Noda dan Cara Membersihkannya

Kompas.com, 8 November 2024, 08:53 WIB
Dena Sari Dewi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dapur menjadi salah satu ruangan yang rentan kotor di rumah. Begitu juga benda-benda yang ada di dalamnya.

Kotoran dan noda tidak dapat dihindari di dapur, baik yang disebabkan saat memasak maupun menyiapkan makanan. 

Baca juga: Cara Membasmi Hama dari Dapur Selamanya, dari Tikus hingga Semut

Ada beberapa barang dapur yang rentan terkena noda karena sering digunakan atau jaraknya berada dekat dengan tempat memasak.

Noda yang menempel pada benda-benda tersebut harus segera dibersihkan untuk mencegah noda permanen, perubahan warna, atau penumpukan kotoran.

Nah, disadur dari Better Homes and Gardens, Jumat (8/11/2024), berikut sejumlah barang dapur yang rentan terkena noda dan cara membersihkannya. 

Meja dapur

ilustrasi material kuarsaShutterstock/myboys.me ilustrasi material kuarsa
Meja dapur rentan terkena noda karena sebagian besar kegiatan dilakukan di sana. Noda biasanya muncul saat memasak, menyiapkan makanan, hingga menuang kopi dari teko ke cangkir. 

Ketika mendapat meja dapur terkena noda, segera membersihkannya. Sebab, membiarkan noda terlalu lama dapat membuatnya noda semakin sulit dihilangkan.

Namun, pastikan menggunakan metode membersihkan meja dapur sesuai dengan material meja yang digunakan. 

Baca juga: 7 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Lemari Dapur

Talenan

Talenan harus segera dibersihkan setelah dipakai, terutama untuk menghilangkan risiko kontaminasi silang.

Jika noda masih menempel pada talenan setelah dibersihkan, gunakan beberapa teknik untuk menghilangkannya menggunakan banyak pembersih rumah tangga. 

Misalnya, talenan bambu, kayu, dan plastik yang terkena noda dapat dibersihkan  menggunakan pasta baking soda, cuka yang diencerkan, atau lemon segar.

Namun, hindari mgunakan garam untuk membersihkan talenan bambu. Hindari juga mencuci talenan bambu dan kayu dengan mesin pencuci piring. Cukup mengolesi talenan dengan minyak untuk mencegah noda menempel pada kemudian hari.

Untuk noda membandel pada talenan plastik, bersihkan dengan pemutih encer sebelum dicuci dengan air panas. 

Baca juga: 10 Bumbu Dapur yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

Lemari dapur 

Ilustrasi lemari dapur. PIXABAY/MIKE GATTORNA Ilustrasi lemari dapur.
Noda pada lemari sering kali tidak begitu terlihat, baik itu bekas lecet di bagian dasar maupun residu minyak yang menumpuk di kap mesin.

Terlepas dari bahannya, sebagian besar noda yang dangkal dapat dihilangkan dengan larutan sabun cuci piring yang lembut, sedangkan noda membandel dapat dibersihkan dengan pasta baking soda.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau