Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Langsung Merapikan Kasur di Pagi Hari, Ini Alasannya

Kompas.com, 4 Desember 2024, 08:35 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Merapikan tempat tidur di pagi hari sering dianggap sebagai kebiasaan baik yang mencerminkan kerapian dan kedisiplinan.

Namun, menunda tugas ini sebenarnya bisa memberikan manfaat bagi seprai, kasur, dan bahkan kualitas tidur secara keseluruhan.

Dengan memberi waktu bagi kasur dan seprai untuk "bernapas," kamu dapat mengurangi risiko berkembangnya tungau debu dan menjaga tempat tidur tetap sehat.

Baca juga: Tips Memilih Jenis Kasur yang Tepat Berdasarkan Posisi Tidur

Mengapa sebaiknya tidak langsung merapikan kasur di pagi hari?

Membersihkan kasur.PEXELS/ COTTONBRO Membersihkan kasur.

Mengutip Southern Living, Rabu (4/12/2024), ketika tidur, tubuh mengeluarkan kelembapan yang dapat meresap ke dalam seprai, bantal, selimut, dan kasur. Lingkungan yang lembap ini menciptakan tempat berkembang biak yang ideal bagi tungau debu.

Jika dibiarkan, hewan mikroskopis tersebut dapat menghasilkan alergen yang memicu masalah kesehatan, seperti asma dan alergi.

Dengan mengangin-anginkan seprai dan memberikan waktu bagi tempat tidur untuk terkena udara, kelembapan akan menguap sehingga mengurangi peluang tungau debu untuk berkembangbiak.

Baca juga: 4 Cara Membuat Kasur Lebih Empuk dan Nyaman

Langkah ini sangat penting dilakukan setiap hari, terutama selama musim kemarau, ketika suhu dan kelembapan udara meningkat.

Sebaiknya, tunda merapikan tempat tidur hingga satu atau dua jam setelah bangun. Kamu bisa menggunakan waktu tersebut untuk menyeruput kopi pagi atau menyelesaikan rutinitas lainnya, selagi memberi kasur waktu untuk kering sepenuhnya.

Jika memungkinkan, nyalakan kipas angin atau buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam kamar tidur.

Baca juga: Cara Membersihkan Kasur dengan Sabun Cuci Piring

Dengan menunda merapikan tempat tidur dan menjaga kebersihan kasur secara teratur, kamu dapat menciptakan lingkungan tidur yang lebih sehat dan nyaman.

Kebiasaan ini tidak hanya membantu mencegah masalah kesehatan, tetapi juga memperpanjang usia pakai kasur dan seprai.

Tips mencegah kelembapan pada kasur

Meski sering menjemur seprai, kasur tetap membutuhkan perlindungan tambahan. Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kelembapan pada kasur:

Baca juga: Cara Membersihkan Jamur di Kasur dengan Ampuh

Gunakan pelindung kasur

Pilih pelindung kasur yang lembut dan menyerap keringat. Pelindung ini membantu menyerap kelembapan tanpa mengurangi kenyamanan. Jika kamu memerlukan perlindungan ekstra, misalnya untuk tempat tidur anak-anak, gunakan pelindung kasur yang kedap air.

Rutin membersihkan kasur

Bersihkan kasur secara mendalam setidaknya sebulan sekali. Caranya, taburkan soda kue di atas kasur untuk menyerap kotoran, kelembapan, dan bau. Biarkan selama 30 menit, lalu vakum hingga bersih.

Angin-anginkan kasur

Selain menjemur seprai, pastikan kasur juga mendapatkan waktu untuk "bernapas." Lakukan ini dengan melepas pelindung kasur dan menempatkan kasur di area dengan sirkulasi udara yang baik.

Baca juga: Cara Memusnahkan Tungau Kasur dengan Efektif

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau