Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Manfaat Ampas Kopi yang Tidak Terduga untuk Keperluan Rumah

Kompas.com, 5 Januari 2025, 19:04 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Ampas kopi sering kali langsung dibuang setelah digunakan. Padahal, ampas kopi memiliki banyak kegunaan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di rumah. 

Salah satu manfaat ampas kopi adalah dapat digunakan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah dan tanaman. 

Selain itu, melansir The Spruce, Minggu (5/1/2025), berikut adalah beberapa manfaat ampas kopi yang tidak terduga.

Baca juga: 5 Manfaat Teh dan Kopi untuk Tanaman Lidah Buaya

Menyerap bau di kulkas 

Ilustrasi kulkas bau.SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOV Ilustrasi kulkas bau.

Tidak hanya baking soda, ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai penyerap bau alami di dalam kulkas. Untuk kegunaan tersebut, kamu bisa menggunakan ampas kopi yang sudah kering atau bubuk kopi segar.  

Caranya, masukkan ampas kopi ke dalam wadah kecil dengan tutup berlubang untuk sirkulasi udara. Kemudian, letakkan di rak kulkas dan ganti setiap bulan untuk menjaga kesegarannya.

Meski demikian, kamu tetap perlu rutin membersihkan kulkas dan tidak menyimpan makanan atau minuman yang kedaluwarsa guna mencegah bau tidak sedap di kulkas.

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Kopi dari Pakaian dengan Cuka dan Pemutih

Tambahan untuk kompos 

Ampas kopi kaya akan nitrogen yang dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan organik dalam kompos. Oleh karena itu, ampas kopi termasuk bahan tambahan yang baik untuk kompos.

Kamu cukup mencampurkan ampas kopi ke dalam tumpukan kompos yang kamu buat di dapur atau kebun. Sebaiknya, tambahkan juga cacing tanah untuk mempercepat proses penguraian karena hewan tersebut menyukai sifat asam dari ampas kopi.  

Pupuk untuk tanaman

Ilustrasi ampas kopi untuk tanaman.Shutterstock/Monthira Ilustrasi ampas kopi untuk tanaman.

Sebagaimana yang telah disebutkan, salah satu manfaat ampas kopi adalah menyuburkan tanah dan tanaman.

Baca juga: Cara Membersihkan Tumpahan Kopi di Karpet dengan Cuka dan Baking Soda

Beberapa tanaman hias menyukai tanah yang asam, seperti pakis dan bunga violet Afrika. Jika demikian, tanaman tersebut bisa mendapatkan manfaat dari ampas kopi.  

Untuk memperoleh manfaat tersebut, campurkan ampas kopi langsung ke dalam tanah atau taburkan di atas permukaan tanah. 

Kamu bisa juga menggunakan ampas kopi sebagai pupuk cair. Caranya, rendam dua cangkir ampas kopi dalam lima liter air selama 6–12 jam, lalu gunakan untuk menyiram tanaman.  

Mengusir hama di kebun

Selain sebagai pupuk, ampas kopi juga bermanfaat untuk tanaman sebagai pengusir hama yang kerap menyerang tanaman, seperti siput, bekicot, dan serangga.  

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Makanan pada Wadah Plastik dengan Bubuk Kopi

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau