Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Perayaan Imlek agar Hoki Sepanjang Tahun

Kompas.com, 23 Januari 2025, 09:23 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 tinggal hitungan hari. Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh mereka yang merayakan, dari mendekorasi rumah, membuat kue dan hidangan khas Imlek, hingga membeli baju baru. 

Namun, selain persiapan ini, penting pula menghindari kegiatan yang tidak boleh dilakukan saat perayaan Imlek karena dapat menghindari hal-hal baik datang ke hidup dan rumah. 

Baca juga: 6 Buah Khas Imlek yang Dapat Membawa Hoki di Rumah 

Yulius Fang dan Angelina Fang, pakar feng shui di Feng Shui Consulting Indonesia, mengatakan, pada dasarnya, saat perayaan Imlek, perlu menghindari hal-hal yang memberikan kesan jelek, sakit, sial maupun ketidakberuntungan lainnya.

Sebaliknya, memulai tahun dengan hal bagus untuk memperoleh keberuntungan sepanjang tahun.

"Jadi, semua diusahakan bagus, indah, serta makanan dan minuman pun harus terasa manis dan lezat," ucap Yulius dan Angelina kepada Kompas.com, Kamis (23/1/2025). 

Yulius dan Angelina membagikan berbagai hal yang tidak boleh dilakukan saat perayaan Tahun Baru Imlek untuk menjauhkan dari kesialan. 

Baca juga: Warna Terbaik dan Terburuk yang Harus Dihindari Dalam Dekorasi Imlek 

Menyapu rumah atau membuang sampah

Ilustrasi dekorasi Imlek.Shutterstock/PR Image Factory Ilustrasi dekorasi Imlek.
Dalam tradisi Tiongkok, dipercaya Dewa Kemakmuran (Wealth God) datang pada malam memasuki Tahun Baru Imlek untuk memberikan berkah ke dalam bangunan.

Mak itu, kegiatan menyapu rumah tidak boleh dilakukan saat perayaan Imlek karena dipercaya menyapu keberuntungan yang sudah masuk semalam sebelumnya. 

"Ibaratnya keberuntungan diendapkan dulu seharian di dalam rumah pada hari-H. Rumah hanya boleh dibersihkan keesokan harinya, pada harikedua imlek," ucap Yulius dan Anglina. 

Memotong kuku, menggunting rambut, dan keramas 

Selanjutnya, hal yang tidak boleh dilakukan saat perayaan Tahun Baru Imlek adalah memotong kuku, menggunting rambut, dan keramas. 

Melakukan hal-hal ini saat hari H Imlek dipercaya dapat menghilangkan keberuntungan pada orang tersebut. Ibaratnya, rejeki turut dipotong atau dibuang.

Yulius dan Angelina menyarankan melakukan hal ini satu hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek atau sesudah Imlek. 

Baca juga: Ruangan yang Wajib Didekorasi Saat Tahun Baru Imlek Menurut Feng Shui, Bawa Hoki  

Berbicara hal buruk, seperti mengeluh atau mengumpat

Menurut Yulius dan Angelina, selama masa bahagia, kita harus berbicara hal-hal baik agar kebaikan menghampiri.

Bila berbicara hal buruk, dipercaya akan memberikan sinyal ketidakberuntungan untuk setahun mendatang.

Marah, bertengkar, atau konflik dengan orang

Marah, bertengkar, dan berkonflik dengan orang juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan saat perayaan Tahun Baru Imlek  2025. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau