Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Dibuang, Ini 5 Manfaat Gulungan Tisu Toilet di Kebun

Kompas.com, 30 April 2025, 18:10 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Gulungan tisu toilet sering dianggap sebagai sampah rumah tangga biasa. Namun, siapa sangka tabung kardus ini justru bisa menjadi alat serbaguna di kebun? 

Para ahli kebun telah menemukan berbagai manfaat dari gulungan tisu toilet untuk membantu merawat tanaman dengan ramah lingkungan. 

Melansir The Spruce, Rabu (30/4/2025), berikut adalah beberapa manfaat gulungan tisu toilet di kebun.

Baca juga: Basmi Hama Ulat Tanah dengan Tisu Toilet

Media pembibitan 

Gulungan tisu toilet sangat cocok dijadikan tempat pembibitan benih. Caranya, potong gulungan menjadi dua bagian, isi dengan media tanam, lalu letakkan di atas nampan atau wadah datar. 

Benih dapat ditanam langsung di dalam gulungan tersebut, lalu seluruh gulungan bisa dipindahkan ke tanah saat tanaman tumbuh karena bahan kardusnya mudah terurai.

Metode ini cocok untuk berkebun dalam pot maupun di dalam ruangan. Namun, sebaiknya, penggunaan gulungan tisu toilet dibatasi di tanah dengan drainase yang baik karena kelembapan tinggi dapat menyebabkan gulungan lembek atau berjamur.

Baca juga: Ragam Perbedaan Tisu Toilet dan Wajah, Jangan Salah Pakai

Sumber nutrisi untuk cacing 

Cacing tanah sangat menyukai kardus karena mudah dicerna dan membantu untuk menggali tanah. 

Potong gulungan menjadi cincin kecil dan campurkan ke dalam lapisan tanah setebal 4–6 cm. Cacing akan membantu mengangin-anginkan tanah sekaligus memperkaya nutrisi di dalamnya.

Pastikan gulungan yang digunakan tidak mengandung bahan berlapis plastik, tinta warna, atau pelapis mengilap. 

Baca juga: Cara Memilih Tisu Toilet yang Ideal

Pelindung bibit dari hama

Gulungan tisu toilet juga bisa dimanfaatkan sebagai pelindung tanaman muda dari serangan hama, seperti ulat tanah atau siput. 

Potong satu sisi gulungan secara memanjang, lalu lingkarkan di sekitar batang bibit seperti kerah. Tanam sebagian gulungan ke dalam tanah agar lebih kokoh.

Metode ini membantu menjaga batang tanaman tetap aman hingga cukup kuat untuk tumbuh mandiri. Namun, perlu diketahui bahwa bahan gulungan tisu toilet mudah rusak sehingga penggunaannya bersifat sementara.

Baca juga: Jangan Buang 4 Hal Ini ke Tempat Sampah Kebun, Ini Alasannya

Bahan kompos

Sebagai bahan yang biodegradable, gulungan tisu toilet sangat ideal untuk dijadikan kompos. Cacah gulungan menjadi potongan kecil agar lebih cepat terurai bersama limbah organik lainnya.

Meski demikian, jangan biarkan gulungan terlalu lama dalam kondisi lembap karena bisa mengundang hama. Pastikan kompos tetap teraduk dan tidak terlalu basah untuk mempercepat proses penguraian.

Pengatur jarak tanam

Jika kamu ingin menjaga jarak tanam yang ideal antar tanaman, gunakan gulungan tisu toilet sebagai pengatur jarak alami. 

Baca juga: 6 Kegunaan Aluminium Foil untuk Kebun

Letakkan gulungan secara tegak di tempat yang akan ditanami, isi dengan tanah, lalu tanam benih di tengahnya.

Metode ini membantu mengarahkan akar agar tumbuh ke bawah secara teratur dan menjaga jarak tanam tetap sama. Karena gulungan mudah terurai, kamu tak perlu repot mengangkatnya saat tanaman mulai tumbuh besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau