Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangki Toilet Harus Rutin Dibersihkan, Ini Alasannya

Kompas.com, 13 Juni 2025, 21:45 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Saat akhir pekan tiba, banyak orang meluangkan waktu untuk membersihkan rumah.

Biasanya, fokus utama adalah area-area yang sering digunakan, seperti ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.

Akan tetapi, ada satu bagian penting di kamar mandi yang sering terlewat yakni tangki toilet.

Baca juga: Jangan Dibuang, Ini 5 Manfaat Gulungan Tisu Toilet di Kebun

Padahal, tangki toilet menyimpan air yang akan mengisi mangkuknya. Jika tidak dirawat dengan benar, bagian ini bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur, lumut, bahkan karat yang berpotensi merusak komponen dalamnya.

Karena itu, membersihkan tangki toilet secara rutin penting untuk menjaga kebersihan, fungsi, dan umur toilet di rumah kamu.

Alasan tangki toilet harus dibersihkan

Dilansir dari Southern Living, menurut ahli kebersihan rumah tangga, Adams, tangki toilet memang cenderung lebih bersih dibanding mangkuknya karena hanya menampung air segar dari saluran air utama.

Meski begitu, bukan berarti bagian ini bebas dari masalah. Penumpukan kotoran, lumut, karat, dan bahkan bau tidak sedap tetap bisa terjadi jika dibiarkan terlalu lama.

Baca juga: Cara Mengatasi Toilet yang Tersumbat dengan Baking Soda

Idealnya, tangki dibersihkan sebulan sekali atau lebih sering jika air di rumah kamu mengandung banyak mineral.

Cara membersihkan tangki toilet 

Sebelum mulai membersihkan tangki toilet, siapkan beberapa peralatan berikut:

  • Sarung tangan karet
  • Sikat toilet atau sikat gosok
  • Pembersih kamar mandi tanpa pemutih (bleach)
  • Cuka putih yang sudah diencerkan dengan air

Langkah-langkah membersihkan tangki toilet

  • Matikan aliran air

Temukan katup air di dekat dasar toilet dan putar searah jarum jam untuk mematikan aliran air.

Setelah itu, siram toilet agar air dalam tangki benar-benar kosong. Jika air masih masuk ke dalam tangki, pastikan katup tertutup rapat. Jika tetap mengalir, sebaiknya hubungi tukang ledeng.

Baca juga: 3 Cara Membersihkan Sikat Toilet agar Tidak Jadi Sarang Kuman

  • Semprotkan pembersih

Setelah tangki kosong, semprotkan pembersih kamar mandi tanpa pemutih secara merata ke seluruh bagian dalam tangki.

Kemudian, diamkan tangki selama sekitar 5 menit agar cairan bekerja secara maksimal.

  • Sikat dan bersihkan

Gunakan sikat toilet untuk menggosok bagian dalam tangki. Perhatikan area yang mulai berkarat atau berlumut.

Bersihkan juga bagian-bagian seperti katup pengisi dan katup pembuangan dengan hati-hati.

Baca juga: Cara Membersihkan Toilet dengan Pemutih hingga Kinclong

Jika ada noda membandel, gunakan campuran cuka putih dan air, biarkan beberapa menit, kemudian gosok kembali.

  • Bilas dan kembalikan aliran air

Setelah tangki bersih, nyalakan kembali aliran air secara perlahan. Biarkan tangki terisi, lalu siram toilet beberapa kali untuk memastikan semua sisa pembersih atau cuka terbilas sempurna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau