Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Penyebab Daun Tanaman Tomat Keriting yang Tidak Boleh Diabaikan

Kompas.com, 28 Juni 2025, 07:15 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Daun tomat yang keriting merupakan masalah umum yang dialami petani maupun pekebun rumahan di seluruh dunia.

Kondisi ini terjadi ketika dedaunan pada tanaman menggulung ke dalam akibat beberapa masalah lingkungan atau fisiologis. 

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Menyiram Tanaman Tomat? 

Masalah ini sering kali dimulai pada daun tertua dan dapat menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan bagi petani tomat.

Keriting daun tomat menjadi indikasi ada sesuatu yang tidak beres dengan tanaman meski hal ini tidak menandakan kematian pada tanaman. 

Ini berarti sudah waktunya mengidentifikasi penyebab masalah dan mengambil tindakan untuk memperbaikinya sehingga panen tomat tidak rusak.

Untungnya, sebagian besar masalah ini dapat dengan mudah dicegah atau diobati, terutama jika diidentifikasi dengan cepat.

Nah, dilansir dari Homes and Gardens, Sabtu (28/6/2025), berikut beberapa penyebab daun tanaman tomat keriting dan solusi sederhana  mengatasi masalah ini. 

Baca juga: Jenis Pupuk Terbaik untuk Tanaman Tomat, Bikin Lebih Sehat dan Subur

Masalah penyiraman 

Ilustrasi tanaman tomat. UNSPLASH/CESAR FERNANDES Ilustrasi tanaman tomat.
Tomat menyukai tanah lembap sepanjang musim dan kekurangan air dapat menyebabkan daun tanaman keriting karena tanaman berusaha keras menghemat air, terutama selama musim panas.

Pengeringan merupakan risiko sangat besar saat menanam tomat dalam pot. Di sisi lain, menyiram tanaman secara berlebihan juga dapat menjadi penyebab daun tomat keriting.

Selain keriting, daun tomat yang menguning merupakan tanda lain dari kelebihan air di tanah.

Konsistensi adalah kunci dalam menyiram tomat, termasuk memeriksa tingkat kelembapan di tanah secara teratur dan menyiram secara mendalam daripada menyiram sedikit demi sedikit dan sering.

Salah satu cara efektif mencapai konsistensi ini adalah menggunakan alat pengukur kelembapan tanah untuk memeriksa tingkat kelembapan di bawah permukaan.

Alat pengukur kelembapan dapat memberikan hasil pembacaan cepat untuk membantu kamu menentukan dengan yakin kapan harus menyiram tanaman tomat.

Menamburkan mulsa di sekitar tanaman tomat juga merupakan metode yang direkomendasikan untuk mempertahankan lebih banyak kelembapan di tanah dan mencegahnya mengering terlalu cepat. 

Baca juga: 5 Penyebab Tanaman Tomat Berbuah Kecil dan Cara Mengatasinya

Masalah suhu 

Selanjutnya, penyebab daun tanaman tomat keriting adalah masalah suhu. Tanaman tomat suka tumbuh di tempat hangat dan terkena sinar matahari.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau