Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Kulit Jeruk Dijadikan Pupuk untuk Tanaman Tomat?

Kompas.com, 2 Juli 2025, 19:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Banyak mitos beredar seputar penggunaan kulit jeruk untuk tanaman.

Mulai dari anggapan bahwa kulit jeruk terlalu asam untuk ditambahkan ke tumpukan kompos, sulit terurai, atau bahkan bisa membunuh mikroba baik dalam tanah.

Hal ini membuat sebagian orang ragu, apakah limbah dapur seperti kulit jeruk bisa digunakan sebagai pupuk untuk tanaman, khususnya tomat?

Baca juga: Manfaat Mengejutkan Cangkang Telur untuk Tanaman Tomat

Jawabannya tidak sesederhana "ya" atau "tidak". Kulit jeruk memang dapat memberikan manfaat bagi tanaman tomat, baik sebagai pupuk kompos maupun pestisida alami.

Namun, dilansir dari House Digest, kandungan asam dan proses dekomposisi yang lambat membuat penggunaannya perlu diperhatikan agar tidak berdampak negatif pada tanaman.

Kandungan asam dan pengaruhnya terhadap tanah

Ilustrasi tanaman tomat, menanam tomat.SHUTTERSTOCK/CHUYKO SERGEY Ilustrasi tanaman tomat, menanam tomat.

Tanaman tomat tumbuh optimal di tanah yang memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 6,2 hingga 6,8.

Kulit jeruk mengandung asam sitrat yang cukup tinggi, sehingga bisa memengaruhi pH tanah.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Hasil Panen Tanaman Tomat, Mudah dan Ampuh

Jika tanah di kebun kamu cenderung basa (alkalis), kulit jeruk bisa membantu menyeimbangkan keasaman dan mendukung pertumbuhan tomat.

Akan tetapi, jika tanah cenderung asam, penambahan kulit jeruk justru bisa membuat tanaman tomat terganggu pertumbuhannya.

Karena itu, penting untuk mengetahui kondisi tanah terlebih dahulu sebelum menambahkan kulit jeruk sebagai bahan pupuk organik.

Baca juga: Jenis Tanah Terbaik untuk Menanam Tomat agar Berbuah Lebat

Cara mengolah kulit jeruk menjadi kompos

Mengompos kulit jeruk memang bukan perkara instan. Dibutuhkan waktu hingga enam bulan agar kulit jeruk terurai sempurna, bergantung pada kondisi lingkungan.

Namun, proses ini bisa dipercepat, terutama jika kamu tinggal di daerah beriklim panas. Caranya, potong kecil-kecil kulit jeruk sebelum dimasukkan ke dalam tumpukan kompos.

Pastikan kulit jeruk terkubur di dalam tumpukan agar terhindar dari hama, lalu aduk kompos seminggu sekali untuk meningkatkan kadar oksigen yang mempercepat dekomposisi.

Baca juga: 4 Penyebab Daun Tanaman Tomat Keriting yang Tidak Boleh Diabaikan

Kulit jeruk sebagai pupuk dan pestisida alami

Selain mengandung nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tomat, kulit jeruk manis juga mengandung limonene, senyawa alami yang banyak digunakan dalam pestisida untuk mengusir semut dan kutu daun.

Sayangnya, karena sulit terurai, membiarkan kulit jeruk begitu saja di permukaan tanah bisa mengundang hama lain seperti siput dan bekicot.

Solusinya, kamu bisa mengolah kulit jeruk menjadi pupuk cair alami.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau