Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Barang Elektronik di Rumah yang Paling Boros Listrik

Kompas.com, 10 September 2025, 18:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Tagihan listrik bulanan sering kali menjadi beban rumah tangga, terutama jika pemakaian listrik tidak terkendali. 

Nah, perlu diketahui bahwa beberapa barang elektronik di rumah menjadi penyumbang terbesar dalam konsumsi listrik

Dengan mengetahui perangkat mana saja yang paling boros listrik, kamu bisa lebih bijak dalam menggunakannya dan mengatur strategi penghematan. 

Baca juga: Ini Barang Elektronik yang Harus Dicabut saat Hujan Petir

Barang elektronik yang paling boros listrik 

Ilustrasi perangkat elektronik yang boros listrik.Unsplash/alextyson195 Ilustrasi perangkat elektronik yang boros listrik.

Dilansir dari Renewable Energy World, berikut adalah daftar barang elektronik yang tetap paling boros listrik.

Pemanas air

Pemanas air atau water heater menyerap sekitar 13,6 persen listrik rumah tangga. Jika digunakan setiap hari, konsumsi listriknya pun cukup besar. 

Salah satu solusi hemat energi adalah menggunakan tankless water heater yang hanya memanaskan air sesuai kebutuhan, bukan terus-menerus sepanjang hari. 

Alternatif lainnya adalah pemanas air tenaga surya. Meski opsi ini membutuhkan biaya pemasangan yang lebih besar, namun bisa sangat menghemat untuk jangka panjang.

Baca juga: 5 Barang Elektronik yang Tidak Boleh Dicolokkan ke Stopkontak Ekstensi

AC

Pendingin rumah atau AC mengonsumsi sekitar 10,7% energi. Masalah utama AC, yang menyebabkan boros listrik, biasanya ada pada kebocoran udara. 

Pemasangan insulasi tambahan, serta penggunaan weatherstripping di pintu dan jendela bisa membantu menjaga udara dingin tetap di dalam ruangan. 

Kulkas

Kulkas merupakan perangkat penting yang menyala 24 jam, sehingga wajar jika mengonsumsi sekitar 4 persen energi rumah. 

Untuk menekan konsumsi, pemilik rumah bisa beralih ke kulkas pintar (smart fridge). Selain lebih hemat energi, kulkas jenis ini bisa memberi peringatan jika ada kerusakan. 

Baca juga: 5 Barang Elektronik Ini Harus Dicabut Setelah Digunakan, Boros Listrik

Pengering pakaian 

Pengering pakaian menggunakan sekitar 3,2 persen energi rumah tangga. Cara paling sederhana menekan konsumsi listrik pengering pakaian adalah memanfaatkan jemuran alami saat cuaca cerah. 

Jika tetap ingin menggunakan mesin, pilihlah model terbaru dengan teknologi hemat energi. Dengan begitu, konsumsi listrik dapat berkurang.

Lampu

Lampu penerangan mengonsumsi sekitar 2,8 persen energi. Meski terlihat kecil, jumlah ini akan terasa signifikan jika digabung dengan perangkat lain.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau