Penulis
KOMPAS.com - Tagihan listrik bulanan sering kali menjadi beban rumah tangga, terutama jika pemakaian listrik tidak terkendali.
Nah, perlu diketahui bahwa beberapa barang elektronik di rumah menjadi penyumbang terbesar dalam konsumsi listrik.
Dengan mengetahui perangkat mana saja yang paling boros listrik, kamu bisa lebih bijak dalam menggunakannya dan mengatur strategi penghematan.
Baca juga: Ini Barang Elektronik yang Harus Dicabut saat Hujan Petir
Ilustrasi perangkat elektronik yang boros listrik.Dilansir dari Renewable Energy World, berikut adalah daftar barang elektronik yang tetap paling boros listrik.
Pemanas air atau water heater menyerap sekitar 13,6 persen listrik rumah tangga. Jika digunakan setiap hari, konsumsi listriknya pun cukup besar.
Salah satu solusi hemat energi adalah menggunakan tankless water heater yang hanya memanaskan air sesuai kebutuhan, bukan terus-menerus sepanjang hari.
Alternatif lainnya adalah pemanas air tenaga surya. Meski opsi ini membutuhkan biaya pemasangan yang lebih besar, namun bisa sangat menghemat untuk jangka panjang.
Baca juga: 5 Barang Elektronik yang Tidak Boleh Dicolokkan ke Stopkontak Ekstensi
Pendingin rumah atau AC mengonsumsi sekitar 10,7% energi. Masalah utama AC, yang menyebabkan boros listrik, biasanya ada pada kebocoran udara.
Pemasangan insulasi tambahan, serta penggunaan weatherstripping di pintu dan jendela bisa membantu menjaga udara dingin tetap di dalam ruangan.
Kulkas merupakan perangkat penting yang menyala 24 jam, sehingga wajar jika mengonsumsi sekitar 4 persen energi rumah.
Untuk menekan konsumsi, pemilik rumah bisa beralih ke kulkas pintar (smart fridge). Selain lebih hemat energi, kulkas jenis ini bisa memberi peringatan jika ada kerusakan.
Baca juga: 5 Barang Elektronik Ini Harus Dicabut Setelah Digunakan, Boros Listrik
Pengering pakaian menggunakan sekitar 3,2 persen energi rumah tangga. Cara paling sederhana menekan konsumsi listrik pengering pakaian adalah memanfaatkan jemuran alami saat cuaca cerah.
Jika tetap ingin menggunakan mesin, pilihlah model terbaru dengan teknologi hemat energi. Dengan begitu, konsumsi listrik dapat berkurang.
Lampu penerangan mengonsumsi sekitar 2,8 persen energi. Meski terlihat kecil, jumlah ini akan terasa signifikan jika digabung dengan perangkat lain.