Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Hal yang Tidak Boleh Dibuang ke Kloset, Termasuk Ikan Mati

Kompas.com, 7 Oktober 2025, 20:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Kloset terkadang menjadi tempat pembuangan beberapa barang karena dianggap aman dan dapat mengurai dengan baik. 

Padahal, ada beberapa hal yang tidak boleh dibuang ke kloset karena dapat membuat pipa tersumbat hingga perbaikan pipa yang mahal. 

Baca juga: Jangan Buang 9 Hal Ini ke Kloset, Bikin Mampet dan Perbaikan Mahal 

Bahkan produk yang berlabel "dapat disiram" pun ternyata tidak selalu aman dibuang ke dalam kloset.

Jaclyn Basilone, ahli pipa dari Brooks Plumbing, menjelaskan saluran pembuangan kita dirancang untuk mengangkut limbah keluar dari rumah. 

Jadi, sekarang kamu mungkin bertanya-tanya mengapa saluran pembuangan tidak bisa mengangkut tisu basah yang bisa dibuang ke kloset, 

"Nah, saluran pembuangan adalah sistem gravitasi. Artinya, tidak ada tekanan untuk membantu mendorong limbah mengalir melalui pipa, hanya air dan gravitasi," ucapnya. 

Karena itu, jika ada kerusakan apa pun pada saluran pembuangan, seperti kebocoran, offset (ketidaksejajaran dua bagian pipa), belly (kelonggaran pada pipa), atau kerak (endapan yang terbentuk pada pipa logam), gravitasi saja terkadang tidak cukup kuat untuk menyelesaikan masalah.

Untuk mencegah masalah-masalah ini sejak awal, perlu menjauhkan barang-barang ini dari mangkuk kloset. 

Dikutip dari Homes and Gardens, Selasa (7/10/2025), ahli ledeng mengungkapkan beberapa hal yang tidak boleh dibuang ke kloset untuk menghindari bencana umum pada pipa dan dompet kamu. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Karat dari Kloset, Bak Mandi, dan Wastafel

Tisu sekali pakai

Ilustrasi kloset.Unsplash/giorgiotrovato Ilustrasi kloset.
Tisu sekali pakai bukan hanya salah satu dari banyak produk pembersih yang membuang-buang uang, tetapi juga merupakan salah satu barang terpenting yang tidak boleh dimasukkan ke kloset. 

Steven Bahbah, tukang ledeng dan Direktur Pelaksana Service First Plumbing, mengatakan tisu basah ini mungkin tampak hancur di air, tetapi sebenarnya tidak.

Bahkan tisu basah yang disebut-sebut dapat dibuang ke kloset pun mengandung serat yang tidak dapat terurai.

Serat-serat ini dapat menumpuk di dalam pipa ledeng, menyebabkan penyumbatan serius yang dapat mengakibatkan biaya perbaikan mahal.

Buanglah tisu basah di tempat sampah, bukan kloset. Ini adalah kebiasaan baik dan mudah dikembangkan serta akan menghindarkan pemilik rumah dari masalah pipa ledeng yang mahal pada kemudian hari. 

Selain itu, disarankan beralih dari tisu sekali pakai ke kain mikrofiber berkualitas dan produk pembersih tidak beracun.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau