Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kloset Duduk Harus Dibuka atau Ditutup saat Tidak Digunakan?

Kompas.com, 16 Oktober 2025, 17:08 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Menjaga kebersihan kamar mandi merupakan hal penting yang sering diabaikan. Salah satu kebiasaan yang mudah diterapkan, namun berdampak besar adalah menutup tutup kloset duduk setiap saat. 

Praktik ini tidak hanya membantu mencegah penyebaran kuman, tetapi juga menjaga estetika kamar mandi secara keseluruhan. 

Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut ini adalah alasan mengapa menutup kloset duduk harus menjadi kebiasaan di rumah.

Baca juga: 7 Hal yang Tidak Boleh Dibuang ke Kloset, Termasuk Ikan Mati

Mencegah bau 

Kloset duduk yang dibinarkan terbuka rentan menimbulkan bau tidak sedap. Bau ini bisa berasal dari pertumbuhan jamur, lumut, atau kotoran yang menempel di permukaan mangkuk kloset. 

Selain itu, masalah pada sistem pipa, seperti ventilasi yang kurang baik atau kebocoran kecil, juga dapat menimbulkan aroma tak sedap. Menutup tutup kloset duduk membantu menahan bau tersebut agar tidak menyebar ke seluruh kamar mandi.

Untuk rumah dengan balita, menambahkan kunci pada tutup kloset duduk bisa mencegah anak membuka tutupnya sendiri, sehingga risiko kecelakaan atau kontaminasi dapat diminimalkan.

Baca juga: Kloset Duduk Harus Ditutup atau Dibuka saat Disiram?

Keamanan anak 

Anak-anak, terutama yang masih balita, cenderung penasaran dan suka bermain dengan air. Kloset duduk yang terbuka bisa menjadi sumber bahaya yang tidak boleh diabaikan. 

Air di dalam kloset duduk tidak higienis dan dapat mengandung bakteri yang membahayakan anak. Selain itu, tutup kloset yang terbanting bisa menjepit jari mereka. 

Dengan demikian, menutup kloset duduk selalu, bahkan saat tidak digunakan, adalah langkah pencegahan sederhana yang efektif untuk menjaga keselamatan anak. 

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Kloset, Jangan Asal!

Kamar mandi jadi lebih rapi

Mangkuk kloset duduk yang terbuka sering merusak estetika kamar mandi. Sementara itu, kloset duduk yang tertutup membuat kamar mandi terlihat lebih rapi dan teratur. 

Pilihan dudukan kloset duduk yang dekoratif, seperti warna kayu atau warna pastel vintage, kini populer dan bisa menambah nilai estetika ruangan.

Oleh karena itu, tutup kloset duduk dapat menjadi elemen dekoratif yang melengkapi desain kamar mandi, menjadikan ruangan terasa lebih harmonis dan nyaman dipandang. 

Keamanan hewan peliharaan 

Hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing, sering penasaran dan bisa meminum air dari kloset duduk. Air tersebut mengandung bakteri yang bisa menimbulkan penyakit atau menyebarkan kuman ke area lain di rumah. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Karat dari Kloset, Bak Mandi, dan Wastafel

Kebiasaan kucing melompat ke toilet juga membuat kloset duduk lebih aman jika tertutup. Hal ini aka mencegah kucing terpeleset, jatuh, atau terkena air kotor yang bisa menempel di bulunya. 

Melindungi peralatan di kamar mandi 

Di kamar mandi yang sempit, peralatan mandi atau barang-barang pribadi sering diletakkan dekat kloset duduk. 

Risiko barang jatuh ke air kloset duduk cukup tinggi, terutama jika kloset terbuka. Barang yang jatuh ke air tidak hanya menjadi kotor tetapi juga harus disanitasi, dan beberapa barang bahkan bisa rusak permanen.

Dengan demikian, menutup kloset duduk membantu melindungi peralatan kamar mandi dan barang pribadi dari kerusakan atau kontaminasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau