Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Buang Pasir dan Kotoran Kucing ke Kloset, Ini Bahayanya!

Kompas.com, 31 Oktober 2025, 12:40 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Tak sedikit dari pemilik kucing yang terkadang membuang kotoran sahabat bulu dan pasir kucing ke kloset.

Namun, hal yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah kotoran dan pasir kucing bisa dibuang ke kloset

Baca juga: 5 Penyebab Kloset Tidak Bisa Disiram dan Solusinya, Segera Perbaiki  

Meski membuang pasir dan kotoran kucing ke kloset mungkin menggoda, itu bukan ide baik karena dapat menyebabkan sejumlah masalah, seperti penyumbatan pipa hingga kesehatan. 

Faktanya, bahkan pasir kucing yang dipasarkan aman untuk pipa atau "dapat dibuang ke kloset" sekali pun dapat menyebabkan penyumbatan pipa pada kemudian hari. 

Dilansir dari Benjamin Franklin Plumbing, Jumat (31/10/2025), Ada beberapa jenis pasir kucing di pasaran, dari tanah liat, gel silika, hingga pasir kertas, yang nyatanya tidak ada aman untuk pipa.

Meski begitu, ada beberapa merek pasir kucing yang mengklaim aman dan dapat dibuang ke kloset. Biasanya, pasir kucing ini terbuat dari produk yang dapat terurai secara hayati, seperti jagung, gandum, kertas, atau kayu. 

Membuang pasir kucing ke kloset sangat berisiko, terutama untuk rumah dengan pipa yang sudah tua, tetapi pipa yang lebih baru pun kesulitan menampung pasir kucing.

Bukan hanya pipa ledeng saja yang bermasalah. Kloset zaman sekarang hanya perlu menyiram dengan lebih sedikit air sehingga membuang pasir kucing menjadi lebih bermasalah.

Selain itu, sistem tangki septik tidak dirancang menampung dan mengurai pasir kucing. Selain menyumbat, pasir kucing bersifat abrasif dan dapat merusak pipa ledeng. 

Baca juga: 7 Cara Mengurangi Bau Kotoran Kucing di Kotak Pasir 

Mengapa tidak boleh membuang kotoran kucing di kloset? 

Ilustrasi pasir kucing.SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIO Ilustrasi pasir kucing.
Mungkin kamu sudah mencoba memisahkan kotoran kucing dari pasirnya sehingga yang masuk ke kloset hanyalah kotoran kucing.

Tetap saja, hal itu tidak baik. Kotoran kucing sering kali mengandung organisme bernama Toxoplasma gondii, yang menjadikannya berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Organisme ini berbahaya bagi hewan laut ketika tersapu ke laut dan berbahaya bagi manusia, terutama ibu hamil, bayi, serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Inilah sebabnya kamu harus selalu mengenakan sarung tangan pelindung saat menangani kotoran dan pasir kucing. 

Sehebat apa pun pemasaran merek pasir kucing yang dapat dibuang ke kloset, membuang pasir kucing maupun kotorannya dapat merusak pipa ledeng serta berisiko buruk pada kesehatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau