Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Peralatan Dapur yang Sebaiknya Tidak Dibeli Baru, Ramah Lingkungan

Kompas.com, 25 November 2025, 07:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Dapur yang berkarakter, terjangkau, dan ramah lingkungan menjadi impian banyak pemilik rumah. Namun, hal ini terkadang terasa mustahil dipenuhi. 

Untungnya, dengan satu perubahan pada sumber bahan baku, dapat membantu mewujudkan impian ini. 

Baca juga: 6 Barang yang Wajib Dimiliki Pengantin Baru di Rumah Menurut Ahli

Menerapkan ide dapur berdiri sendiri dan membeli barang bekas, reklamasi, atau daur ulang akan membantu menghemat uang serta mengurangi jejak karbon proyek renovasi.

Ditambah lagi, hal ini dapat menghadirkan lebih banyak kepribadian ke dalam ruangan. Sayangnya, banyak orang yang masih bingung harus mulai dari mana?

Disadur dari Ideal Home, Selasa (25/11/2025), berikut lima peralatan dapur yang sebaiknya tidak dibeli baru. 

Kitchen island 

Ilustrasi kitchen island, Ilustrasi dapur.Unsplash/lotusdnp Ilustrasi kitchen island, Ilustrasi dapur.
Kitchen island adalah jantung dari desain dapur, titik di mana segala sesuatu bertumpu, jadi penting membuatnya dengan tepat.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren meja persiapan dapur semakin meningkat alih-alih meja kitchen island tradisional. Ini disukai karena desainnya yang terbuka dan lapang serta karakter yang dihadirkannya pada ruangan.

“Membeli furnitur bekas, seperti meja kerja atau meja daur ulang, bisa menjadi ide cemerlang jika digunakan sebagai meja kitchen island. Perpaduan antara yang lama dan baru ini membuat dapur tampak seperti berevolusi secara organik,” kata Olly Heriz-Smith, pemilik Toby’s Reclamation. 

Baca juga: 6 Barang yang Harus Disingkirkan dari Lemari Kamar Mandi Setiap Minggu 

Sebagai alternatif, meja saji antik, yang dirancang untuk penggunaan komersial,  menggabungkan meja dapur praktis dengan ruang pajang yang menarik.

Saat berbelanja, carilah furnitur dengan meja dapur yang tahan lama dan menyediakan ruang penyimpanan yang luas.

Desain dengan bagian depan berkaca, yang secara tradisional digunakan untuk memajang makanan panggang, memiliki tampilan lebih terang daripada desain polos serta menyediakan tempat sempurna untuk memajang porselen dekoratif. 

Meja dapur kayu

Ilustrasi meja dapur, Ilustrasi dapur.Unsplash/3dottawa Ilustrasi meja dapur, Ilustrasi dapur.
Selanjutnya, peralatan dapur yang sebaiknya tidak dibeli baru adalah meja dapur kayu. Saat memilih meja dapur, daya tahan dan keanggunan adalah pertimbangan utama.

Untuk sebagian besar jenis meja dapur, tersedia alternatif reklamasi, yang dapat membantu menyelamatkan bumi dan menghemat biaya untuk dapur baru.

Kayu adalah salah satu meja dapur paling populer karena dapat diampelas, dipoles ulang, dan direstorasi.

"Dalam kebanyakan kasus, kayu reklamasi lebih kuat daripada kayu baru sehingga ideal  digunakan di dapur," kata Jon Ashbrook, Kepala Pengembangan Produk di Ted Todd.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau