Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Durasi dan Cara Mencuci Tumbler yang Benar agar Bebas Kuman

Kompas.com, 28 November 2025, 12:32 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Tumbler atau botol air minum saat ini menjadi benda yang wajib dimiliki, terlebih pekerja dan masyarakat urban atau perkotaaan. 

Bahkan tumbler telah menjadi gaya hidup dan dibawa hampir ke mana pun saat bepergian, dari kantor, sekolah atau kampus, pusat kebugaran, mall atau pasar, hingga liburan. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Kopi di Tumbler

Membawa tumbler bepergian memang praktis dan memberikan banyak manfaat, seperti memastikan kamu tetap terhidrasi, menghemat pengeluaran membeli air minum, serta menjaga lingkungan hidup dari penggunaan botol plastik sekali pakai.

Selain air putih, tumbler atau botol minum juga kerap digunakan untuk teh, kopi, minuman es, serta jus. 

Biasanya, ketika digunakan untuk minuman berwarna dan beraroma selain air putih, beberapa tumbler meninggalkan bau. Maka itu, penting mencuci tumbler secara rutin. 

Sayangnya, banyak dari kita kurang memperhatikan pembersihan tumbler.  

Mencuci tumbler secara teratur akan meminimalkan penumpukan kuman di dalam botol air minum.

"Kandungan air yang tinggi di dalam botol mudah memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, yang dapat mempengaruhi rasa dan kualitas air seiring waktu," kata Bryan Quoc Le, Ph.D, ilmuwan pangan dan penulis 150 Food Science Questions Answered.  

Baca juga: 5 Cara Cepat Menghilangkan Bau Tidak Sedap di Botol Minum 

Seberapa sering harus mencuci tumbler? 

Ilustrasi mencuci tumbler atau botol air minum.SHUTTERSTOCK/SOORACHET KHAEWHOM Ilustrasi mencuci tumbler atau botol air minum.
Seberapa sering harus mencuci tumbler mungkin akan mengejutkan kamu. Jika tidak mencuci tumbler setiap hari, sebaiknya mulai membersihkannya setelah setiap penggunaan.

"Botol air minum isi ulang sebaiknya dicuci sekali sehari dengan sabun dan air panas," kata Le.

Mencuci tumbler setiap hari penting untuk mengurangi mikroorganisme yang menghuni botol air minum. 

"Bakteri berkembang biak dengan cepat dan dapat membentuk biofilm di permukaan botol," kata Dr. Jeremy Tzeng, Associate Professor untuk Departemen Ilmu Biologi di Universitas Clemson, Amerika Serikat.

Dengan mencuci tumbler setiap hari, dapat mengurangi populasi bakteri yang ada di dalamnya. 

Para ahli sepakat sebaiknya mencuci tumbler seminggu sekali. "Disarankan mencuci tumbler yang dapat digunakan kembali setiap hari dan mensanitasinya setiap minggu, terutama jika botol digunakan untuk menyimpan isi yang mengandung nutrisi (minuman manis) dan pada suhu lebih hangat (kopi dan teh), yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme," kata Dr. Tzeng.

Namun, ada pertimbangan lain yang akan mempengaruhi pembersihan rutin.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau