Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Hias yang Harus Disingkirkan dari Kamar Tidur

Kompas.com, 16 Desember 2025, 21:54 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Dalam praktik feng shui dan desain interior, kamar tidur dipandang sebagai ruang paling personal yang berfungsi untuk beristirahat, memulihkan energi, dan menciptakan rasa aman.

Tidak semua tanaman cocok ditempatkan di ruang ini. Beberapa justru diyakini membawa energi yang mengganggu ketenangan atau tidak sesuai dengan kondisi lingkungan kamar tidur.

Dilansir dari Homes and Gardens, berikut ini 5 tanaman hias yang sebaiknya tidak diletakkan di kamar tidur, menurut para ahli feng shui dan desainer interior.

Lidah mertua

Tanaman lidah mertua kerap disebut sebagai tanaman pembersih udara terbaik. Namun, menurut feng shui, tanaman ini tidak ideal untuk kamar tidur.

Baca juga: 4 Rekomendasi Tanaman Hias Terbaik untuk Hadiah Natal

“Daunnya yang runcing dan menyerupai pedang dapat memotong aliran energi,” kata Suzanne Roynon, pakar feng shui.

Energi tajam ini dipercaya dapat memicu ketegangan, kelelahan emosional, serta konflik verbal, sesuatu yang tentu tidak diharapkan di ruang istirahat.

Selain itu, lidah mertua juga termasuk tanaman beracun jika tertelan, sehingga dianggap membawa energi yang kurang bersahabat.

Kaktus

Tanaman berduri seperti kaktus juga masuk dalam daftar yang sebaiknya dihindari untuk diletakkan di kamar tidur.

Baca juga: 7 Tanaman Hias Terbaik untuk Diletakkan di Pintu Masuk Rumah

“Tanaman dengan duri tajam memancarkan energi yang mengancam secara visual,” ujar Hannah Yang, Psy.D, psikolog sekaligus pakar feng shui.

Energi ini dinilai bertentangan dengan suasana damai yang dibutuhkan untuk tidur berkualitas.

Selain itu, kaktus tidak cocok ditempatkan di ruang lembap seperti kamar mandi, sehingga penempatannya perlu benar-benar diperhatikan.

Alternatifnya, pilih sukulen berdaun bulat dan lembut, yang tetap minimalis namun lebih menenangkan secara visual.

Baca juga: 5 Mitos Merawat Tanaman Hias yang Tidak Perlu Dipercaya

Euphorbia trigona (african milk tree)

Tanaman ini populer karena bentuknya yang tinggi dan unik, tetapi euphorbia trigona memiliki getah yang dapat menyebabkan iritasi dan bersifat toksik bagi manusia maupun hewan peliharaan.

“Di kamar tidur, risiko kontak tidak sengaja dengan tanaman bergetah iritan sebaiknya dihindari,” ucap Magda Callery, desainer interior dan florist.

Sebagai pilihan yang lebih aman, kamu bisa menanam kalanchoe sukulen yang memiliki bentuk menarik dan mudah diperbanyak, meski tetap perlu diperhatikan tingkat keamanannya bagi hewan peliharaan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau