Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Barang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Pemilik Hewan Peliharaan di Ruang Keluarga

Kompas.com, 3 Januari 2026, 15:13 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Ruang keluarga adalah tempat untuk bersantai, tetapi tanaman beracun dan sofa yang mengumpulkan bulu dapat merusak suasana bagi pemilik hewan peliharaan.

Sangat penting mempertimbangkan hewan peliharaan saat mendekorasi atau menghabiskan waktu di ruang keluarga karena ada beberapa bahaya yang mungkin terlewatkan. 

Baca juga: 6 Kesalahan Desain yang Membuat Ruang Keluarga Tampak Murahan

Beberapa barang dan dekorasi yang ada di ruang keluarga dapat menimbulkan risiko buruk bagi hewan peliharaan, seperti wewangaian yang buruk dan kain sofa yang bisa dicakar kucing atau anjing

Sayangnya, banyak pemilik rumah kurang memperhatikan hal ini. Nah, dilansir dari Better Homes and Gardens, Senin (3/1/2026), berikut sejumlah barang yang sebaiknya tidak disimpan pemilik hewan peliharaan di ruang keluarga. 

Kain yang menjebak bulu hewan peliharaan

Ilustrasi sofa beludru atau velvet.Unsplash/nicolasjleclercq Ilustrasi sofa beludru atau velvet.
Perjuangan melawan bulu hewan peliharaan jauh lebih sulit dengan kain tertentu. Cheryl Luckett, ahli kain dan pemilik Dwell by Cheryl Interiors, mengatakan untuk hewan peliharaan yang rontok bulunya, disarankan menghindari kain dengan tenunan longgar atau bertekstur, seperti chenille, beludru, dan korduroi. 

“Bahan-bahan ini cenderung menjebak bulu hewan peliharaan sehingga sulit dihilangkan.

Sebagai gantinya, Luckett merekomendasikan kain yang halus dan tenunan rapat, seperti twill atau kulit, yang membuat penghilangan bulu jauh lebih mudah. 

Baca juga: 6 Cara Menyembunyikan TV di Ruang Keluarga agar Tidak Ganggu Estetika

Kain yang mudah dicakar

Selanjutnya, barang yang sebaiknya tidak disimpan pemilik hewan peliharaan di ruang keluarga adalah kain yang mudah dicakar. 

Jika memiliki kucing yang suka mencakar, furnitur bisa jadi sasaran. “Cakar kucing dapat dengan mudah tersangkut dan merusak kain, seperti linen, sutra, dan apa pun dengan tenunan longgar,” kata Luckett.

Boucle dan tweed adalah kain lain yang sangat mudah dicakar. Carilah bahan kulit, vinil berkualitas tinggi, atau kain performa tinggi dan sediakan sesuatu yang aman untuk dicakar kucing di setiap ruangan.

Tanaman beracun

Ilustrasi tanaman hias.Unsplash/vadimkaipov Ilustrasi tanaman hias.
Banyak tanaman hias mengandung racun yang dapat berbahaya bagi hewan peliharaan sakit jika tertelan. Anjing dan kucing memiliki rasa penasaran tinggi terhadap tanaman dan bisa mencicipinya.

Perhatikan hewan peliharaan untuk melihat apakah cenderung menggigit tanaman hias. Ini memberi kamu informasi tentang seberapa hati-hati kamu perlu saat membeli tanaman. 

Baca juga: 5 Cara agar Kucing Peliharaan Tidak Merusak Barang-barang di Rumah 

Karpet berbulu

Kecuali Anda memiliki penyedot debu komersial kelas atas, karpet berbulu hampir tidak mungkin dibersihkan jika ada hewan peliharaan di rumah.

Penumpukan bulu akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi tamu yang alergi dan membuat karpet lebih sulit dijual di pasar barang bekas.

Selain itu, karpet berbulu sintetis murah cenderung melepaskan serat, yang dapat mengiritasi hewan peliharaan jika terhirup atau tertelan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau