Penulis
KOMPAS.com - Kayu manis kerap disebut-sebut sebagai solusi alami untuk mengusir hama sekaligus mengatasi penyakit tanaman.
Bumbu dapur yang satu ini bahkan sering direkomendasikan oleh para pegiat berkebun di media sosial.
Namun, seberapa efektif sebenarnya kayu manis jika digunakan di kebun?
Dilansir dari Better Homes and Gardens, sejumlah studi ilmiah menunjukkan bahwa kayu manis memang memiliki potensi sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman.
Baca juga: 7 Hama yang Sering Menyerang Tanaman, Bisa Bikin Mati
Akan tetapi, efektivitasnya sangat bergantung pada cara penggunaan dan bentuk kayu manis yang dipakai.
Kayu manis berasal dari kulit batang pohon Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon) dan Cinnamomum cassia (kayu manis cassia). Kedua jenis pohon ini merupakan tanaman hijau abadi yang tumbuh di wilayah tropis.
Kulit batang kayu manis mengandung dua senyawa aktif utama, yakni cinnamaldehyde dan eugenol.
Kedua zat ini berperan sebagai sistem pertahanan alami pohon untuk melindungi diri dari serangan serangga, bakteri, dan jamur penyebab penyakit.
Senyawa inilah yang membuat kayu manis memiliki aroma khas sekaligus potensi sebagai bahan pengendali organisme pengganggu tanaman.
Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Bisa Mengundang Hama ke Rumah
Penelitian yang dilakukan di Polandia pada tahun 2021 menemukan bahwa minyak dan ekstrak kayu manis memiliki sifat antijamur.
Senyawa aktif di dalamnya mampu menghambat pertumbuhan berbagai patogen tanaman, seperti busuk tongkol jagung, layu fusarium, hawar awal pada tomat, serta jamur abu-abu yang sering menyerang buah-buahan.
Campbell Vaughn, agen pertanian dan sumber daya alam dari University of Georgia, menegaskan bahwa kayu manis bukanlah fungisida ajaib.
Meski begitu, dalam kondisi tertentu, terutama untuk mengendalikan jamur abu-abu pada tanaman buah seperti stroberi, kayu manis dapat memberikan hasil yang cukup membantu.
Baca juga: Garpu Plastik Dapat Usir Hama dari Kebun Sayur, Begini Cara Buatnya
Selain itu, bubuk kayu manis juga kerap dimanfaatkan dalam perbanyakan tanaman. Meski tidak merangsang pertumbuhan akar, sifat antijamurnya dapat memperlambat pembusukan pada stek tanaman sehingga memberi waktu bagi akar untuk berkembang.
Studi yang sama juga menyebutkan bahwa kayu manis memiliki efek mengusir hama, meski tidak secara langsung membunuhnya.