Penulis
KOMPAS.com - Berbagai saran perawatan hewan peliharaan masih banyak dipercaya hingga kini, meski sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran hewan.
Masalahnya, sejumlah mitos lama justru berpotensi membahayakan kesehatan anjing dan kucing.
Seiring meningkatnya pemahaman tentang kesehatan dan perilaku hewan, pendekatan perawatan pun berubah.
Saat ini, perawatan berbasis bukti ilmiah menjadi standar karena terbukti membantu hewan peliharaan hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih bahagia.
Baca juga: Cara agar Kucing Tidak Takut Carrier, Pemilik Harus Tahu
Ilustrasi anjing dan kucing.Dilansir dari The Spruce Pets, berikut ini 8 mitos perawatan hewan peliharaan yang sebaiknya mulai ditinggalkan.
Metode pelatihan berbasis hukuman, seperti kalung cekik atau kalung kejut, mungkin tampak berhasil sesaat.
Namun, cara ini tidak mengajarkan perilaku yang benar dan justru dapat merusak kepercayaan serta kesehatan mental anjing.
Pelatihan modern kini lebih menekankan penguatan positif, yaitu memberi hadiah pada perilaku yang diinginkan.
Baca juga: Apakah Anjing Bisa Tertawa? Ini Penjelasan Ahli
Selama bertahun-tahun, makanan kering dipercaya dapat membantu membersihkan gigi hewan peliharaan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan kering biasa tidak memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan gigi.
Pengecualian hanya berlaku untuk makanan gigi khusus yang telah dirancang dan diuji secara klinis.
Kandang seharusnya menjadi tempat aman bagi anjing, bukan alat disiplin. Menggunakan kandang sebagai hukuman justru membuat anjing merasa tertekan dan tidak memahami kesalahan yang dilakukan.
Baca juga: Mengapa Kucing Tidak Mengubur Kotorannya di Kotak Pasir?
Kandang sebaiknya digunakan untuk menjaga anjing tetap aman saat tidak bisa diawasi.
Pemeriksaan rutin ke dokter hewan sama pentingnya dengan pengobatan saat sakit.